jump to navigation

Overload Motor Protection Februari 25, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, listrik.
Tags: , , , ,
17 comments

Overload Motor Protection, yang dimaksud motor ini adalah electric motor yang oleh orang awam disebut dinamo. Dan disini dikhususkan yang terjadi pada motor AC 3 phase. Fungsi dari motor ini adalah sebagai penggerak atau untuk mengkonversi energi listrik menjadi mekanik/ gerak seperti lift, conveyor, blower, crusher dll. Dalam dunia industri saat ini peran yang dilakukan motor ini sangat vital. Untuk itu proteksi sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran suatu proses.Sistem proteksi motor ini sudah lama dikenal dan berkembang seiring kemajuan teknologi. Mulai dari penggunaan eutic relay, thermal, sampai elektronik. Secara umum sistem kerja alat tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu dengan thermal dan elektronik.

THERMAL OVERLOAD

Sesuai dengan namanya proteksi motor ini menggunakan panas sebagai pembatas arus pada motor. Alat ini sangat banyak dipergunakan saat ini. Biasanya disebut TOR, Thermis atau overload relay. Cara kerja alat ini adalah dengan menkonversi arus yang mengalir menjadi panas untuk mempengaruhi bimetal. Nah , bimetal inilah yang menggerakkan tuas untuk menghentikan aliran listrik pada motor melalui suatu control motor starter (baca motor starter). Pembatasan dilakukan dengan mengatur besaran arus pada dial di alat tersebut. Jadi alat tersebut memiliki range adjustment misal TOR dengan range 1 ~ 3,2 Amp disetting 2,5 Amp. Artinya, kita membatasi arus dengan TOR pada level 2,5 Amp saja.

Bagaimana bila terjadi kelebihan arus/ overload pada motor starter? Seperti contoh di atas, TOR di setting 2,5 Amp dan semisal arus telah mencapai 3 ampere, apa yang kita harapkan ? Starter shut down/ Trip ! Benar, hanya kapan akan trip?? Secepatnya ?? Ini sangat tidak mungkin bila kita menggunakan Thermal Overload/ TOR. Nah…,terus seberapa cepat TOR itu akan trip ?? Dengan menggunakan bimetal sebagai pembatas tentu tidak dapat bereaksi secara cepat terhadap kenaikan arus. Perlu diketahui, TOR di pasaran memiliki beberapa type yang disebut Class. Jadi dengan memilih class yang berbeda maka kecepatan trip TOR akan berbeda pula. Saat ini terdapat TOR dengan Class 10, Class 15, Class 20 dll. Class ini menunjukkan kecepatan trip saat TOR dialiri arus sebesar 6X setting. Semisal, digunakan TOR class 20 dengan setting 10 Amp, saat arus mencapai 60 Amp alat ini akan trip setelah mencapai waktu 20 DETIK !! 6X setting dalam 20 DETIK !! Bagaimana jika kelebihan arus hanya pada 13 Amp saja? Kita bisa menunggu ber jam jam agar trip. Untuk lebih jelasnya mintalah kurva trip seperti pada gambar saat membeli TOR dan hitung kecepatan tripnya. Perlu diketahui kurva TOR adalah logaritmik bukan linier. So, kita tidak perlu lagi menyalahkan keakuratan TOR yang selama ini dipakai.

ELECTRONIC OVERLOAD

Overload electronic ini mempunya 2 karakteristik trip, INVERSE dan DEFINITE. Inverse, ia akan bekerja seperti thermal overload. Perbedaannya adalah kemampuannya untuk menggeser kurva trip. Jadi overload ini selain mempunyai setting arus juga kecepatan trip atau class adjustment. Selain itu dengan menggunakan rangkaian elektronik ia akan tidak mudah dipengaruhi suhu sekitar serta akurasi lebih terjaga. Definite, bekerja dengan pembatasan yang ketat. Dengan karakteristik ini, berapapun besar kelebihan beban ia akan trip setelah mencapai waktu yang ditentukan. Misal seting overload pada 10 amp dengan waktu trip 4 detik. Jika terjadi kelebihan beban lebih dari 10 amp selama lebih dari 4 detik dia akan trip. Kecepatan trip ini tidak tergantung besar arus overload (baik kecil atau besar sama saja).

Dengan menggunakan rangkaian elektronik biasanya alat ini dilengkapi dengan fasilitas proteksi lain seperti phaseloss protection, Lock Rotor Protection, Short Circuit Protection dll. Sebagai referensi bisa ditemukan di www.eocr.com .

Dengan gambaran tersebut di atas, maka kita bisa menentukan kebutuhan overload protection yang diperlukan. Dan perlu di ingat bahwa, terbakarnya motor tidak hanya karena terjadinya overload. Overload hanyalah salah satu dari beberapa fakor penyebab terbakarnya motor. Seberapa tinggi tingkat proteksi motor yang kita perlukan tergantung dengan prioritas kita. Tetapi, overload protection tetaplah mutlak diperlukan dalam sebuah suatu sistem motor starter 

Kredit Mobil Februari 24, 2007

Posted by bayupancoro in Sekitar Kita.
3 comments
Hmmm…..Kepengin nggak punya mobil baru, atau motor baru, TV baru, perabotan baru he … he….. Atur ajah, nggak usah beli cash kan bisa. Yeap betul dengan KREDIT. Pembelian dengan kredit ini memang salah satu cara yang dapat “MEMBANTU” memenuhi keinginan kita membeli barang. Coba pikir betapa gampangnya kalo kepingin punya motor cukup dengan 200rebu sudah dapet, lalu cicilannya.? Nah… Perlu dihitung juga bunga dari cicilan tersebut. Pernah nggak dapat info bunga pinjaman dari perusahaan finance semacam ADIRA, BAF, BFI dll. Coba itung lagi aja deh cocok nggak dengan itungan bunga yang kita dapat di bangku sekolah.
Tiga tahun lalu ada seorang teman membeli mobil dengan kredit. Harga dengan sistem cash adalah 71,5 jt, karena dompet nggak cukup ya harus dengan kredit. Info dari finance adalah bunga kredit untuk jangka 1 tahun adalah 12,5 % plus asuransi TLO. Deal, dan setelah klik..klik ..klik calculator si penjual mengeluarkan rincian sbb :
Harga : 71.500.000,00
DP : 24.500.000,00
Kredit : 47.000.000,00

- Uang Muka dan Cicilan I = sekitar 29 jt
- Cicilan Bulanan 11X = 4.445.000 / bln.

Apakah ini sudah fair ???

Satu yang menjadi pertanyaan adalah pernyataan bunga per tahun dan pembayaran DP dan cicilan I. Sewaktu sekolah dulu atau kalau kita menabung penghitungan bunga adalah setelah melewati jangka waktu 1 bulan. Artinya, jika kita punya hutang 10ribu dengan bunga 12%/tahun, setelah 1 bulan pertama hutang kita menjadi 10ribu + (10ribu X 1%). Demikian juga kalau kita menabung. Dengan logika tersebut seharusnya cicilan pertama harusnya saat hutang tersebut telah berjalan 1 bulan! Sebagai analogi, apakah jika kita berhutang cash ke bank kita harus membayar cicilan pertama saat uang tsb baru kita cairkan ??? Inilah yang menjadi ganjalan pertanyaan. Mari kita hitung selisih kedua asumsi diatas dengan contoh kredit mobil di atas.

PERHITUNGAN PENJUAL :
Harga : 71.500.000,00
DP : 24.500.000,00
Kredit : 47.000.000,00

Dengan bunga 12,5% + 1% Asuransi = 13,5%
Total Kredit = 47jt + (47jt X 13,5%)
= 53.345.000,00
Cicilan = 53.345.000,00 / 12 bulan
= 4.445.000,-

DP + Cicilan I = 28.945.000,- ( belum biaya administrasi dll), dibayarkan saat akad kredit dan serah terima mobil.
Jadi cicilan masih kurang 11 bulan ( CLICK ! Satu item) bukan 1 tahun.

PERHITUNGAN SEKOLAHAN
Harga : 71.500.000,00
DP : 29.000.000,00 (pembayaran yang dilakukan saat akad)
Kredit : 42.000.000,00

Total Kredit = 42jt + (42jt X 13,5%)
= 47.670.000,00
Cicilan = 47.670.000,00 / 12 bulan
= 3.972.500,-

Saat Akad bayar DP dan cicilan pertama pada bulan berikutnya !!
Lihat perbedaanya !!

Berapa sebenarnya bunga pinjaman dari penjual di atas ??
Anggap pembayaran pertama (anggap 29jt) dianggap DP maka kredit yang terbeban adalah 42,5jt.
Dan dalam 11 bulan berikut menjadi 11 X 4.445.000,00 = 48.895.000,00
Jadi rasionya adalah 48.895.000,/ 42.500.000,00 = 1,150. Atau 15 % per 11 bulan, atau equivalent dengan 1,36 per bulan.
Jadi bunga dalam satu tahun adalah 16,2 % ( CLICK !)

Lihat beberapa poin di atas.
- Perbedaan asumsi bungan antara hitungan penjual dan sekolahan 13,5% vs 16,2%
- Durasi pinjaman penjual bukan 1 tahun tetapi 11 bulan
- Selelisih cicilan bulanan yang tinggi (400 rb an).

Dari hitungan tersebut, mungkin sebaiknya Lembaga Perlindungan Konsumen bisa melakukan sesuatu. Karena dari cerita tersebut jelas terjadi pembohongan terhadap kreditor.

Oke… Jadi lebih baik jadilah orang yang banyak duit biar nggak usah ngambil KREDIT !!!

Wisata Bahari Lamongan Februari 7, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Liburan, My Family.
1 comment so far

Liburan Semester Januari 2007
Wisata Bahari Lamongan

Ahh… Sebenarnya sekarang pas lagi sibuk ngurusi prospek kerjaan. Tapi liburan dengan keluarga kan cuma dua kali setahun (resminya he…he…).

Kali ini tujuannya ke Jatim Park II atau Wisata Bahari Lamongan (WBL). Dari namanya tentu udah pada tahu tempatnya, yap .. kabupaten Lamongan. Tapi jangan di bayangin tempatnya deket kota Lamongan. WBL tu.. tempatnya di pinggir Lamongan, pesisir pantai utara tepatnya. Kalo dari Lamongan kira-kira ya…. 45 kilo lah. Mungkin tempat itu bisa dibayangin seperti Ancol lah tapi dengan scope mini. Ingat ..!! Scope mini.Gimana rute ke sana??

 

Ada beberapa rute yang bisa dilalui, tapi saya uraikan menjadi 2 bagian saja. Pertama jika perjalanan dilakukan dari barat (Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Lasem, Tuban dst) atau Anda dari Jakarta mau ke Surabaya, persimpangan itu ada di kota Tuban. Jika telah memasuki kota Tuban dari barat, perhatikan petunjuknya. Setelah melewati terminal Baru di sebelah kiri jalan atau disisi pantai, setelah menempuh sekitar 2 KM, maka akan bertemu dengan pertigaan besar. Arah ke kanan menuju Babat, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya (jalur utama) dan kalo lurus ke arah Gresik, Surabaya (jalur alternatif). Ambil jalur alternatif yang ke arah Gresik, Surabaya. Eh… tahu nggak, ini sebenarnya jalan lama lho. Dulu merupakan jalur utama, inget sejarah pembuatan jalan Anyer – Panarukan. Betul sekali, yang bikin jalan ini ya mbah mbahe’ awake dewe yang diperintah seorang kumpeni bernama Gubernur Jendral Deandless (tulisane bener gak ???). Dari pertigaan tersebut nggak jauh kok kalo ke WBL, kira – kira 38 km lah atau setengah jam perjalanan santai. Jalan aja terus menyusuri jalan tsb, begitu sampai daerah Brondong berarti sudah deket. Kemudian melewati pasar Blimbing, berarti itu kurang 5 km lagi. Selepas itu akan ada di Paciran, terus aja. Sebelum sampai di area WBL, akan melewati Tanjung Kodok Beach Resort yang merupakan satu satunya penginapan di sana (hotel bintang 4, sekitar 600rebuan). WBL tepat disebelah resort ini. Nah sampai deh…..

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.