jump to navigation

Migrasi Desember 27, 2007

Posted by bayupancoro in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Setelah beberapa kali post di blog yang lain, sepertinya harus mencoba tempat ini. Dari beberapa blog yang telah dilihat kayanya harus ditetapkan migrasi ke sini.

Boyongan yuukkkk… 

Iedul Adha 1428H Desember 26, 2007

Posted by bayupancoro in Sekitar Kita.
add a comment

Tak terasa saat ini telah berada di bulan Dzulhijah. Bulan dimana dua juta umat muslim melakukan ibadah haji di tanah suci. Dua Ratus Sepuluh Ribu diantaranya adalah jemaah dari Indonesia dan dua diantaranya adalah orang tua Rumi (el-rumi.blogspot.com). Kalau dihitung hitung setidaknya lebih dari 4 trilun rupiah dana yang dibelanjakan oleh jemaah haji Indonesia. Semoga panitia haji Indonesia dapat memanfaatkan dana yang dikelolanya dengan baik dan memberikan manfaat bagi umat.Seperti biasa, puncak peringatan Iedul Adha berlangsung tenang tidak seperti saat menjelang Iedul Fitri. Puncak hari raya telah ditetapkan jauh jauh hari sebelumnya dan tidak ada perbedaan atau harus menunggu pengumuman pemerintah atau harus melihat posisi bulan terlebih dahulu yaitu tanggal 20 Desember 2007 (JFYI,di Arab tgl 19 Des). Semua berjalan tenang. Jadi kalau saat Iedul Adha bisa seperti ini mengapa saat Iedul Fitri harus heboh dulu dengan penentuan puncak hari rayanya. Hasilnya umatlah yang jadi bingung. Apa yang membedakan penentuan waktu puncak hari raya keduanya? Apa karena ego pemimpinnya ?? Atau karena kurangnya koordinasi pemerintah ?

Teman di Tulung Agung Desember 26, 2007

Posted by bayupancoro in My Family.
add a comment

Namanya P Bambang Karyanto dan istrinya adalah Retnowati SH dengan tiga anak dan yang kedua dan ketiga kembar, rame juga. Foto ini diambil di rumah Tulung Agung bukan yang Sidoarjo deket lumpur panas Lapindo.

Si bapak bekerja di Lippo Telecom yang saat ini dimiliki investor dari Arab. Kantornya sendiri berada di Surabaya, dekat pasar Keputran. Jadi hampir tiap liburan si Bapak harus mudik ke Tulung Agung.

My Tipi Desember 26, 2007

Posted by bayupancoro in My Family.
add a comment

Tipi ini adalah tipi pertamaku. Dibeli pada pertengahan tahun 1998 hampir sepuluh tahun yang lalu dengan kondisi bekas (sekond) karena nggak kuat beli baru. Merk nya Samsung 14″ ditebus dengan harga 700 rebu (mahal ya) dengan antenenya yang nyetrum (arus bocor). Dia menemani masa masa awal perjalanan pernikahanku dan telah berpindah lokasi sebanyak enam kali, maklum kontraktor (pengontrak). Pernah meledak karena tombol power di iching (on-off terus) oleh Didi. Kondisinya parah, power suply meledak dan tuner terbakar maka larilah ke tukang servis. Ternyata hasil servis kurang memuaskan. Gambar kadang hilang menjadi putih dan suara hilang dari speaker. Terpaksa harus menggunakan amplifier tape kuno Sony untuk mendengarkan suaranya. Alhamdulillah beberapa tahun kemudian dia terbantu dengan saudaranya yang lebih baru. Akhirnya dia tersingkir di kamar Didi. Di kamar itu hanya melayani pemutaran film VCD saja. Bulan lalu, tipi ini akhirnya harus benar benar turun tahta dan diganti si Sharp 14″ . Tipi ini akan tetap menjadi kenangan sampai kapanpun.

Ulang Tahun (Puput) Desember 24, 2007

Posted by bayupancoro in My Family, bayu pancoro.
add a comment

Ulang tahun Puput yang ke 7 kali ini agak beda dari biasanya. Kali ini acaranya rame-rame di Blitar karena pas bareng liburan Iedul Adha 1428. Acaranya diadakan di lesehan RM Presiden di utara kota Blitar. Yang ikut Mbah Kakung, Mbah Uti, Bu Dhe Dinik , mBak Ola,mBak rara, mas Dimas, tante Yona, dik Risa, mBak Lia, Mas Didi, ayah dan Ibu. Makananya Ayam bakar dan ayam Kremes…

Iedul Adha 1428H Desember 24, 2007

Posted by bayupancoro in Liburan, My Family, bayu pancoro.
add a comment

Pemotongan hewan kurban 6 ekor kambing di Bajang RT1/RW2 …
Bisa bikin sate gepuk …!
Rebutan lagi …

Korban Kedua Desember 24, 2007

Posted by bayupancoro in My Family, bayu pancoro.
add a comment
Telah jatuh korban cacar air kedua. Kondisinya lebih parah, dan alhasil libur sekolah hampinr dua minggu. Sampai sampai Bu Ani (Walikelas) datang berkunjung dan dapat donasi dari sekolah 100rebu!.. Pengobatan resep dari Dokter Hari (Klinik Rizki) dan tambahan salep CLINOFIR !..

Control Componen (Sensor) Desember 14, 2007

Posted by bayupancoro in Electric fo Dummies, Iptek, bayu pancoro, electric, listrik.
8 comments
Ujung dari suatu sistem kontrol otomatis adalah alat pendeteksian/sensor. Saat ini terdapat berbagai macam sensor yang telah dipergunakan di industri, dan teknologi sensor ini akan terus berkembang. Berikut ini adalah berbagai macam sensor yang banyak dipergunakan saat ini.Proximity Sensor/ Proximity Switch
Proximity sensor memiliki jarak sensing yang relatif pendek, mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa centimeter saja. Semakin besar dimensi sensor, jarak sensing juga semakin jauh. Terdapat dua macam Proximity sensor yang paling banyak dipergunakan yaitu Proximity Inductive dan Proximity CapacitiveProximity Inductive berfungsi untuk mendeteksi obyek besi/metal. Meskipun terhalang oleh benda non-besi sensor akan tetap dapat mendeteksi selama dalam jangkauannya. Jika sensor mendeteksi adanya besi di area sensingnya maka kondisi output akan berubah. Proximity ini dapat dengan efektif menggantikan limit switch/ mechanical switch yang merupakan teknologi lama.

Proximity Capacitive akan mendeteksi semua obyek yang ada dalam jarak sensingnya baik metal maupun non-metal. Misal untuk pendeteksian level tangki biji plastik, atau mendeteksi ada atau tidaknya bahan dalam sebuah saluran.

Pada perkembangan selanjutnya menjadi sensor sensor yang lebih spesifik :
Magnetic Sensor : pendeteksian ada tidaknya ssuatu medan magnet.
Ultrasonic sensor : pengukuran jarak dengan menggunakan gelombang suara mempergunakan efek Dopler.
Doublesheet sensor : pengukuran doble tidaknya suatu sheet metal.
dll.

Photosensor

Photosensor/ photoswitch seperti namanya mempergunakan cahaya/photo sebagai sarana pendeteksiannya. Dari cara kerja sensor ini terdapat tiga macam sensor yang nantinya akan berkembang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan industri.

Difuse

Sensor ini bekerja seperti radar. Didalam sensor ini sudah terintegrasi pemancar dan penerimanya. Jarak sensing sensor jenis ini relatif paling pendek diantara 2 jenis sensor yang lain, berkisar 10 cm sampai 50 cm (adjustable dan dibagi beberapa tipe).
Retroreflextive
Sensor retrorefletif menggunakan media pemantul (pasif) / mata kucing untuk membalikan sinar dari sensor. Sinar yang dipantulkan ini mempunyai polarisasi yang berbeda 90 deg. Jarak sensing sensor ini relatif lebih jauh daripada jenis difuse.
Through Beam
Sensor through beam merupakan sepasang sensor yaitu terdiri dari emiter (pemancar) dan receiver (penerima). Kelebihan sensor jenis ini adalah mempunyai jarak sensing yang sangat jauh serta sudut sensing yang lebih sempit.

 

 

Sensor sensor dengan cahaya yang mempunyai fungsi khusus
Color Sensor : Pendeteksian warna
Vision Sensor : Pendeteksian gambar
dll.

Tampilan Baru.. Desember 8, 2007

Posted by bayupancoro in My Family, bayu pancoro.
add a comment

Cacar Air Desember 8, 2007

Posted by bayupancoro in My Family, bayu pancoro.
add a comment
Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen (melalui udara).

Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
Waktu karantina yang disarankan selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengkonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.