jump to navigation

Control Componen (Sensor) Desember 14, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
trackback
Ujung dari suatu sistem kontrol otomatis adalah alat pendeteksian/sensor. Saat ini terdapat berbagai macam sensor yang telah dipergunakan di industri, dan teknologi sensor ini akan terus berkembang. Berikut ini adalah berbagai macam sensor yang banyak dipergunakan saat ini.Proximity Sensor/ Proximity Switch
Proximity sensor memiliki jarak sensing yang relatif pendek, mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa centimeter saja. Semakin besar dimensi sensor, jarak sensing juga semakin jauh. Terdapat dua macam Proximity sensor yang paling banyak dipergunakan yaitu Proximity Inductive dan Proximity CapacitiveProximity Inductive berfungsi untuk mendeteksi obyek besi/metal. Meskipun terhalang oleh benda non-besi sensor akan tetap dapat mendeteksi selama dalam jangkauannya. Jika sensor mendeteksi adanya besi di area sensingnya maka kondisi output akan berubah. Proximity ini dapat dengan efektif menggantikan limit switch/ mechanical switch yang merupakan teknologi lama.

Proximity Capacitive akan mendeteksi semua obyek yang ada dalam jarak sensingnya baik metal maupun non-metal. Misal untuk pendeteksian level tangki biji plastik, atau mendeteksi ada atau tidaknya bahan dalam sebuah saluran.

Pada perkembangan selanjutnya menjadi sensor sensor yang lebih spesifik :
Magnetic Sensor : pendeteksian ada tidaknya ssuatu medan magnet.
Ultrasonic sensor : pengukuran jarak dengan menggunakan gelombang suara mempergunakan efek Dopler.
Doublesheet sensor : pengukuran doble tidaknya suatu sheet metal.
dll.

Photosensor

Photosensor/ photoswitch seperti namanya mempergunakan cahaya/photo sebagai sarana pendeteksiannya. Dari cara kerja sensor ini terdapat tiga macam sensor yang nantinya akan berkembang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan industri.

Difuse

Sensor ini bekerja seperti radar. Didalam sensor ini sudah terintegrasi pemancar dan penerimanya. Jarak sensing sensor jenis ini relatif paling pendek diantara 2 jenis sensor yang lain, berkisar 10 cm sampai 50 cm (adjustable dan dibagi beberapa tipe).
Retroreflextive
Sensor retrorefletif menggunakan media pemantul (pasif) / mata kucing untuk membalikan sinar dari sensor. Sinar yang dipantulkan ini mempunyai polarisasi yang berbeda 90 deg. Jarak sensing sensor ini relatif lebih jauh daripada jenis difuse.
Through Beam
Sensor through beam merupakan sepasang sensor yaitu terdiri dari emiter (pemancar) dan receiver (penerima). Kelebihan sensor jenis ini adalah mempunyai jarak sensing yang sangat jauh serta sudut sensing yang lebih sempit.

 

 

Sensor sensor dengan cahaya yang mempunyai fungsi khusus
Color Sensor : Pendeteksian warna
Vision Sensor : Pendeteksian gambar
dll.
About these ads

Komentar»

1. firman - Januari 19, 2008

Disertai Literaturnya

2. bayupancoro - Januari 20, 2008

Ini hanya catatan dari pengalaman saya. Untuk referensi terlalu banyak kalo disebutkan.

3. zainal - Januari 29, 2008

minta yang byak donk mas coz ak lg btuh byk referensi.thanx

4. bayupancoro - Februari 1, 2008

Wah… kalo sekaligus banyak bisa nggak kerja dong…
Sabar saja dulu …

5. koko - Februari 26, 2008

Alhamdulilah mudah2an ada literatur sejenis, saya baru menyusun proyek sensor di kantor kami. Bisa ditambahin / literatur yang terkait ?

6. bayupancoro - Februari 26, 2008

Terima kasih,

Masih agak sibuk dng project, jadi untuk sensor dkk menyusul…

7. enda - Maret 19, 2008

pak saya mau minta tolong! saya sedang menyusun skripsi, terbentur dengan prinsip kerja limit swicth? tolong kirim rubrik tentang itu pak! ma kasih sebelumnya.

8. betry - Mei 20, 2009

mas bgi dunk bhan2 yg bnyk tentang proximity coz w skrg mo bwt alat TA en w btuh dta2 tentang proximity

>> Kalau perlu data detail, coba cari ke web produk eropa macam Balluf, P+F dkk. Kalau yang simple ya ke OMRON atau Autonic saja. Trims

9. muh.idris - Maret 27, 2010

mas tolong dong rangkaian sederhananya menggunakan motor 3 phasa dan ada penambahan aplikasi sensornya.Trims before


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: