jump to navigation

Softstarter (2) Mei 15, 2008

Posted by bayupancoro in Electric fo Dummies, electric, bayu pancoro, listrik.
trackback

Untuk mempermudah pengoperasian softstarter, lebih baik mengunakan external control dengan mempergunakan push button. Line control ini ada yang dry contact atau dengan tegangan. Selain itu diperlukan proteksi tambahan seperti Fuse atau Circuit breaker.

Contrl Softstarter

Dengan memanfaatkan salah satu output contact yang ada, bisa dirangkai contactor “by pass”. Tujuan contactor bypass ini adalah mengalihkan arus listrik yang mengalir melalui softstarter ke contactor saat motor sudah full speed. Jadi saat tegangan yang dikeluarkan sudah 100 %, softstarter akan mengeluarkan output yang selanjutnya mengaktifkan by pass contactor. Dengan system by pass ini, diharapkan akan memperpanjang live time softstarter.

Saat ini ada dua rangkaian yang paling banyak digunakan dalam merangkai softstarter. In-line, yang umum dipergunakan (seperti Direct On Line Starter ) dan Inside- Delta ( terangkai dengan sistem Delta ). Perlu diketahui juga tidak semua jenis softstarter yang bisa dihubung dengan Delta.

In-line adalah rangkaian yang paling umum dan mudah untuk merangkai softstarter. Line supply dihubungkan secara seri dengan Magnetic Contactor, Overload, Softstarter dan motor seperti pada gambar. Komponen yang dipergunakan harus disesuaikan dengan dengan beban motor, misal beban motor 125 A maka komponen harus setidaknya 125 Amp juga. Contoh rangkaian softstarter dengan bypass comtactor (dari ABB).

Inside Delta adalah dengan merangkai softstarter seperti pada Y/D starter (seperti gambar). Dan ini akan dengan mudah menggantikan starter Y/D. Softstarter yang dirangkai Inside delta hanya akan menerima 58 % (1√3) arus main line. Misal motor 100 A hanya akan memerlukan softstarter 58 Amp. Dengan demikian akan cost akan lebih redah dibandingkan system In-Line.

Selain dua macam rangkaian diatas, softstarter juga bisa dipergunakan untuk system sequential (berurutan). Logikanya adalah seperti berikut, sofstarter hanya bekerja saat start saja! Setelah motor mencapai nominal speed, power akan di bypass. Kemudian softstarter diaktifkan lagi untuk motor berikutnya. Begitu seterusnya. Tetapi perlu diperhatikan kemampuan starting dari softstarter untuk aplikasi ini.

Komentar»

1. Budiman - Juli 14, 2008

Dear P Bayu,
saya Budiman Plant MGR PT Sierad Balaraja,saya ada rencana mau pasang Softstarter utk 4 mtor 150 kw/1500RPM di lokasi pabrik,sebelumnya pakai startdelta,tujuan utk hemat daya,bisakah bpak bantu saya dengan saran softstater apa yg bagus/layak utk motor diatas,merk china jika ok no problem, atau jika tidak ada masalah apakah bpk bisa tinjau ke lokasi dan sediakan unitnya?
ditunggu kabarnya,
Budiman

2. bayupancoro - Juli 14, 2008

Dear P Budiman,

Terima kasih atas kunjungan ke blog ini.

Oke pak, saya japri saja…

3. hendry82 - Agustus 11, 2008

pak sy hendry. 26 th. sy pernah interview di sebuah perusahaan mereka tanya kalo ada motor dngan kapasitas 10hp berapa kapasitas kontaktor yang harus kita gunakan. bapak bisa tolong kasih penjelasan ke saya? sebelum nya sy ucapkan terimakasih.

salam

4. jonny - Oktober 17, 2008

Pak ..saya jony..saya memiliki motor 3 phasa, 415 VAC , 200 kW untuk menggerak fan. Untuk starting motor saya menggunakan soft start dengan kapasitas 220 kW (saya naikan satu tingkat dari kapasitas motor). Soft start digunakan hanya pada saat start saja karena pada saat motor run saya menggunakan kontaktor by pass. Persoalannya adalah pada saat start arus start sangat tinggi hingga 400% dari nominal. Saya telah konsultasi dengan pihak Scheneider, namun jawabannya adalah saya salah aplikasi, namun hal ini tidak saya terima karena saya telah menggunakan soft start ini untuk pabrik kami di tempat lain hingga 315 kW. Mohon penjelasan Bapak mengenai hal ini. Saya menunggu jawaban dari Bapak.
Terima kasih

5. Alexius Dwi Krisnanto - Desember 9, 2008

Dear Pak Johny,

maaf bapak yng empunya website,
perkenalkan nama saya Alexius Dwi krisnanto

Saya tertarik dengan problem bapak,
Kebetulan saya sudah malang melintang di dunia VSD dan SoftStarter.
Mungkin saya bisa bantu setting dalam permasalahan bapak.

terima Kasih
Slam
Alexius Dwi K

bayupancoro - Desember 9, 2008

Trims atas tanggapannya.. S’moga yang punya problem masih bisa mantau. Kalau mau share di sini boleh aja kok.

6. Yudi - Desember 20, 2008

Dear pak Alexius,

Bisa tolong di share info settingan softstarter biar current rush tidak tinggi?
Tapi sebenarnya berapa persen sih standard lonjakan arus kalau kita memakai softstarter dan berapa persen kalau pakai inverter (VFD)?

Bravo mas Bayu..

Trims,
Yudi

bayupancoro - Desember 20, 2008

Trims. Saya foward ke beliaunya.

7. Alexius Dwi Krisnanto - Desember 22, 2008

Dear Pak Yudi,

Untuk Softarter umumnya dapat disetting pada 2-7x In ( I Nominal) motor. dan untuk batasan Current Limiting tergantung dari aplikasi bapak.
Karena beda aplikasi untuk pompa dan blower, yang umumnya antara 3.5-4x In.
Beda dengan penggunaan Inverter, lonjakan arus hampir tidak terjadi, maksimal pun jika ada lonjakan arus terjadi pada aplikasi heavy duty (constant torque) yaitu sebesar 1,5 In (maksimal lho).
Semoga membantu
salam VSD
alexius dwi krisnanto

8. bayupancoro - Desember 23, 2008

Pak Alexius,

Trims atas responnya.

9. adi_y - Januari 14, 2009

wah memang blog ini..bermanfaat banget khususnya praktisi di dunia industri…bravo mas bayu….seneng saya bisa mampir disini…

bayupancoro - Januari 14, 2009

Terima kasih sudi mampir.

10. asdian - Maret 2, 2009

memang sangat membantu sekali blog ini…trimakasih mas bayu…mas bisa kasih tahu buku panduan buat motor listrik atau websitenya…trimakasih mas bayu sebelumnya.

11. achmadsolichin - Maret 4, 2009

Pak, saya solichin . Ada 2 hal yang saya belum temukan jawabannya barangkali mas bayu bisa bantu :
- Dalam panel ATS/AMF kok selalu ditekankan menggunakan MCCB 4 Pole , sebenarnya apa sih effeknya jika menggunakan MCCB 3 Pole. Karena saya sering temui Panel tersebut ada yang 3 pole dan ada yang 4 pole.
- Dalam operasional genset, terkadang modul kontrolnya ada settingan unbalancing load dngn default setting maksimal 20 %..apa effeknya pada generator kalau disetting lebih.
Terima kasih sebelumnya

12. Asep Parlin - Maret 6, 2009

Salam kenal pak. saya Asep Parlin. Pak, boleh tanya mengenai Liquid Rotor Starter (LRS)?? bagaimana sistem kerjanya dan rangkaian ekuivalennya?? truz gimana juga dengan Oil Rotor Starter (ORS)???

13. Edwin - April 29, 2009

salam kenal ya pak….memang sangat membantu sekali blog ini…trimakasih …mas bisa kasih tahu buku panduan buat motor listrik dan motor starting atau websitenya…trimakasih mas bayu sebelumnya.

>> Salam kenal juga. Banyak sekali website mengenai motor, di tanyakan ke search engine aja Pa, atao di forum engineeringtalk. Trims.

14. Sukma - Mei 7, 2009

Salam kenal pak, sy Sukma n tertarik dg masalah pak achmad solihin,
- Klo ATS/AMF pasti berhubungan dg Source Genset & PLN n memang selalu ditekankan menggunakan CB 4 pole yg maksudnya, RSTN dari Genset & RSTN PLN harus terpisah, jd penggunaan Netral untuk jaringan adalah terpisah, pure dari masing2 source yg aktif, sehingga memudahkan pembacaan ground fault pada CB.
- Klo pada Genset setting unballance max 20%, itu lebih difungsikan untuk kehandalan performance Genset, karena klo unballance berarti beban RST yg dicover tidak seimbang, n ini bisa membuat masalah pd gensetnya, semestinya pembebanan 1 phase yg sering membuat masalah spt ini, pembagian beban perphase yg seimbang akan membuat kerja Genset lebih ringan & yg pasti life time lebih baik, Klo beban 3phase umumnya seimbang.
Semoga bisa membantu pak, maaf sebelumnya klo masi banyak kekurangan.

15. mbah - Mei 13, 2009

salam kenal, P. Bayu
saya sangat berterima kasih dengan adanya info yang bapak berikan ini. Saya mau tanya bagaimana caranya membuat ATS sederhana dengan 2 buah kontaktor dan timer, tip penghitungan capasitor bank PFR (power factor regulator).
tolong donk dikirim ke amile saya, cara membuat,nama komponennya dan gambar wiringnya. thank’s

>> Trims. Sama sama.

16. taufiqsabirin - Desember 27, 2009

salam kenal mas bayu dari newbie
tulisannya tentang elektrik sangat membantu

>> Terima kasih…

17. adi - April 26, 2010

nanya donk..softstarter tuch sama ga sich dengan dol atau star delta

>> Ga sama dong…

18. ady - Juli 7, 2010

salam kenal mas

tulisannya sangat membantu terima kasih.
saat ini saya juga ingin menanyakan mengenai variable speed drive, yaitu :
wiring diagram VSD seperti wiring diagram star delta yang pernah anda muat, sistem kontrol operasinya dan peralatan2 standar yg harus dilengkapi dlm 1 box panel VSD, thanks.
salam sukses

19. firdaus - Agustus 3, 2010

berapa nilai scr untuk softstarter motor 0.5 kw

>> Sorry ga pernah bikin softstarter. Trims

20. fajar - Desember 26, 2010

Thank mas atas ilmunya,,,,

21. Soft Starter « Buku Sakti Taufiq Sabirin - April 19, 2011
22. umar khadafi d - Agustus 20, 2011

saya sangat tertarik dgn blog ini tpi saya minta tolong bpk bisa masukan gambar rangkain star delta pengasut y- tolong bantuanya yah pak….terima kasih

23. Angga Ardhi Chriskawandi - Oktober 27, 2011

Pak, saya angga.. saya ingin belajar cara membaca gambar instalasi listrik dalam panel listrik industri… Trimakasih pak… mohon didikannya…

24. mulyani - Februari 15, 2012

nama saya mulyani …saya mohon bantuan penjelasan untuk pengoperasian soffstater apa harus ada beban (motor).tlg penjelasanya trimakasih ..

25. samsul - April 9, 2012

salam kenal.nama saya samsul. pak saya mau masang softstar untuk motor 55 kw. idealnya pake tipe apa pak yang bagus.dan kapasitasnya brapa. makasih pak sebelumnya

iwan abb - April 12, 2012

pake ABB type PST 105-600-70 utk beban normal (pompa) dan PST 142-600-70 utk beban berat (crusher) .

26. Ranto Hosea - Mei 3, 2012

salam kenal Pak, saya hosea dari yayasan Bina Nusantara.
saya bekerja sebagai Maintenance engineering, di tempat saya terpasang softstarter ABB Type PST30…PSTB1050 untuk aplikasi pompa transfer air, tinggi gedung sekitar 70 meter, tekanan normal memompa air 8 kg. sekarang softstarter itu mengalami trip dan untuk sementara tidak bisa digunakan. info Trip yg saya baca di modul softstarter “Fault open SCR” untuk megatasinya apakah yang harus saya chek terlebih dahulu, dan solusi terbaik untuk mengatasi hal itu apa ya Pak……….

Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.