jump to navigation

Tachometer / RPM Meter Januari 5, 2009

Posted by bayupancoro in electric, Electric fo Dummies, listrik, product.
Tags: , ,
trackback

Salah satu parameter yang paling sering di monitor pada sebuah mesin adalah RPM (Rotation Per Minute), yaitu jumlah putaran yang terjadi dalam satu menit, misal pada elektro motor, pompa, mixer dll. Ada bermacam cara untuk mengukur kecepatan putar suatu system secara continue, misalnya dengan magnetic pick-up atau tachogenerator dan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan proximity switch dan pulsa meter (kurang  dari 600rb).

mp-01Pulsa/ Rate Meter terdapat berbagai merk dan type, untuk kali ini mempergunakan MP5-W Serries dari Autonics (kebetulan punya bukunya, dan harga cukup ekonomis J). Unit ini mempunyai banyak fungsi yang salah satunya adalah untuk pengukuran RPM (mode : F1). Mempunyai dua input (IN A dn IN B), banyak pilihan tipe mulai sebagai indicator dan sebagai controller dengan bermacam output. Display terdiri dari 5 digit dan dilengkapi keypad pemrograman. Sedangkan sensor yang dipergunakan adalah sebuah proximity sensor PR30-10DN dengan spesifikasi supply 12 ~ 24 VDC, output NPN, dan jarak sensing 10 mm (pernah di coba sampai 4500 RPM dan stabil).

mp-02Pemasangan sensor pada unit display, untuk kabel supply dihubungkan ke terminal  6 dan 7 (perhatikan polaritasnya) sedangkan output sensor di terminal 1 (IN A), sementara IN B di ambangkan saja. Power supply MP5 di terminal 8 dan 9. Jika menggunakan option output sambungkan sesuai dengan type outputnya.

mp-03Struktur program MP5 serries mempunyai 4 parameter grup yang terpisah. Paramenter grup 0 sampai parmeter grup 3, tetapi untuk aplikasi tachometer hanya diperlukan beberapa setting parameter. Yang penting diketahui adalah untuk berpindah ke tiap tiap parameter adalah dengan menekan tombol “MD” selama beberapa detik.

Jika MP5 dipergunakan sebagai controller, setting level output berada pada parameter grup 0. Terdapat 4 level output yaitu HH, H, L dan LL namun ini untuk seri controller. Sedangkan pada aplikasi display tidak diperlukan dan langsung ke parameter 1 dengan menekan MD selama 3 detik. Di parameter grup 1 setting node di F1 ( Frequency), In-A (jenis output sensor: NPN ) set ke nPnhF dan Auto.A ( auto zero time ) ke 10.

Kemudian dilanjutkan parameter grup 2 dengan cara menekan MD selama kurang lebih 4 detik. Jika MP5 hanya indicator setting dilakukan pada PSC.AH (nilai mantisa nilai default adalah 6), PSC.AY (eksponen dengan default 10^1) dan dISP.t (siklus display, sebaiknya diisi 1 agar tidak terlihat berkedip). Sedangkan untuk controller diperlukan setting batas atas dan batas bawah. Nilai skala dan mantisa harus dihitung sesuai dengan jumlah pulsa per putarannya.

mp-04Sebenarnya mode F1 adalah fungsi pembacaan frekuensi (pulsa per detik dengan satuan Hz). Jika dipergunakan untuk pembacaan RPM ( Rotation Per Minute ) maka harus dikalikan 60 (1 menit sama dengan 60 detik). Maka untuk menjadikan RPM adalah seperti berikut :

RPM = f X a

RPM = f X 60/N

Dimana :

a          : nilai skala yang terdiri dari mantisa dan exponent.

RPM    : kecepatan putaran (RPM)

F          : frekuensi pulsa (Hz)

N         : Jumlah pulsa dalam satu putaran

Misalkan dalam satu putaran terdapat 8 pulsa, maka nilai skalanya adalah :

a          = 60 / 8

= 7,5

= 0,75 X 101 = mantisa 0,75 dan eksponen 10

Tips !

*. Untuk pemasangan sensor proximity usahakan berada di depan obyek sensing, sebaiknya dari samping. Ini untuk meminimkan kemungkinan terjadinya benturan antara sensor dan obyek sensing.

*.  Manfaatkan baut kopling sebagai obyek sensing, dengan begini lebih simple.

About these ads

Komentar»

1. adi_y - Januari 14, 2009

sy juga pernah make alat ini..cukup handal dan awet..dgn input proximity, saya pake untuk underspeed pada belt elevator protection dgn menentukan set rpm yg diinginkan, dan kemudian output yg dihasilkan dibaca sbg input pada PLC…siip…tambah terus artikelnya…

bayupancoro - Januari 14, 2009

Saya pertama pasang tahun 1998 masih model awal, sampai sekarang masih jalan juga.

2. pope - Maret 24, 2009

kok gk di ksh gmbr rngkan??

3. komang - Mei 3, 2009

Pak, bisa minta gambar rangkaian dan komponen yang digunakan lbh detail?

terimakasih.

>> Trims. Saya nggak ngrakit alat ini. Kalau mau beli langsung controllernya sama sensor aja cukup. 600rb-an lah.

4. wn - Juli 22, 2009

tong beri saya gambar rangkaian MP5

>> Maksudnya rangkaian dalam MP5 ?? Wadaw, ma’af ga punya. Saya sekedar pake aja,lagian kalo bikin sendiri mungkin lebih ,ahal juga he..he…he

5. alexander - Maret 25, 2010

belinya di mana??

>> Banyak yang jual.

6. Giyatno - Maret 31, 2010

saya cari RPM Meter Explosion Proof

7. win - Juli 23, 2010

klo posting kasih skema bos,,jangan cerita,,kasihan yg baca,,,

>> Alamak, kalau skemanya susah Om. Beli aja unit murah meriah dan handal.

8. kalo bisa bikin - November 16, 2010

dasar bodho, bisane mung tuku, tapi gak biso gawe.
koyo ngono koq ngaku pinter

>>Trims komennya. Saya Japri aja ya..

9. gadabinausaha - September 29, 2011

Terimakasih Artikelnya…Salam

10. jokey - Desember 24, 2011

umek dw

11. Jarot - Oktober 17, 2012

mlongo aja…….. karo clingak clinguk)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: