jump to navigation

Conect Internet via Bluetooth dengan Sony Ericson G502 Januari 12, 2010

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Iptek, product, Sekitar Kita.
1 comment so far

Soner G502 bukanlah HP yang mewah yang memiliki feature yang dapat dibanggakan. Mungkin in adalah HP yang berada di perbatasan atara level low dan mid. Jadi dengan harga yang masuk segmen low level dijejalkan feature untuk mid level, makanya sering kali hang, kqkqkq…!

Feature yang menjadi unggulan dari gadget ini adalah tersedianya koneksi data 3G. Dengan mengunduh beberapa software di m.getjar.com sudah bisa selalu terhubung ke jaringan internet. Untuk browsing dan masuk situs jejaring social macam FB dapat dengan mudah menggunakan operamini sedangkan untuk chit chat dengan ebuddy atau mig33. Cukup cepat juga… (lebih…)

Terong 40 Cm dan Jagung 5 Tongkol, Inovasi SHI Usai Super Toy September 8, 2008

Posted by bayupancoro in Iptek, Sekitar Kita.
add a comment

Dikutip dari www.detik.com , semoga ini bukan mainan para orang orang atas seperti padi yang menggegerkan itu. Super Toy  ?? Apa ini mungkin diartikan Mainan orang orang Super ?? He..he…he.. ndak tau juga. Semoga sebelum bertindak ditanyaken ke hati nuraninya. 

Jakarta – PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) sedang menyiapkan sejumlah produk pertanian inovatif selain padi Super Toy HL-2 yang membuat ngamuk para petani. Produk itu antara lain terong dengan panjang 40 cm dan jagung dengan lima tongkol.

“Jangan kaget panjang terongnya 40 cm. Cukup besar kan? Nah kalau jagung tongkol dua kan sudah ada, yang ini jagung dengan 5 tongkol,” kata Heru Lelono saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/9/2008).

Selain terong dan jagung istimewa itu, PT SHI juga menyiapkan cabe dan pepaya. “Pepaya ini merupakan perkawinan dari pepaya Bangkok dan pepaya dalam negeri. Kalau berbuah, jarak antara pepaya dengan tanah hanya sekitar 10 cm,” jelas Heru.

PT SHI telah dua kali membuat geger dengan dua produknya yakni blue energy dan padi Super Toy. Launching dua produk itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pemilihan Kabel dan Fuse pada Capacitor Januari 11, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Iptek, listrik.
3 comments

Besar kabel penghantar dan fuse capacitor harus dihitung berdasarkan spesifikasi. Arus capacitor biasanya tertulis di spesifikasi barang atau bisa dihitung dengan sbb :

I(n)     = 1000 Q(n) / 1.73 V

dimana :

I(n)        : Arus Capacitor (Amp)

Q(n)      : Daya Capacitor (kVAR)

V          : Tegangan Capacitor (Volt)

Fuse yang dipergunakan untuk menjaga overcurent 1,6 sampai 2 kali I(n).

Kabel harus disesuaikan dengan arus dan dinaikan sampai 30% untuk mengantisipasi adanya hamonisa.

Untuk lebih memudahkan berikut ini tabel ukuran fuse dan kabel pada beberapa ukuran capacitor.

cap.jpg

Daya Dan Tegangan Pada Capacitor Bank Januari 11, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Iptek, listrik.
7 comments

Perubahan Daya Capacitor Bank karena Tegangan Line

Seringkali ditemukan penggunaan komponen dengan spesifikasi yang tidak 100 % mengikuti spesifikasi yang tertulis. Ini dikarenakan pada spesifikasi dicantumkan pada kondisi yang berbeda dengan keadaan di lapangan yang ada. Misal pada penggunaan komponen capacitor, di spesifkasi tertulis 50 kVAR // 415 VAC pada jaringan dengan tegangan 380 V. Hal ini sangat dimungkinkan, namun akan terjadi beberapa perubahan pada komponen tersebut.

Output daya capacitor akan turun jika terpasang pada tegangan yang lebih rendah dari tegangan spesifikasi.

Q(eff) = Qn (V1/Vn)^2 

dimana :

Q(eff) : Daya reaktif capacitor pada tegangan V1 ( kVAR )

Qn     : Daya reaktif capacitor pada tegangan Vn ( kVAR )

V1    : Tegangan pada jaringan ( Volt )

Vn    : Tegangan pada spesifikasi komponen ( Volt )

Contoh :

Capacitor dengan daya 50 kVAR // 415 V terpasang pada jaringan 380 V

Q(eff)    = 50 kVAR ( 380/415 ) ^2

            =  41.92 kVAR

Penghitungan Daya Capacitor dari nilai Capacitance

Daya reaktif yang dihasilkan capacitor sangat tegantung pada nilai capacitance serta tergantung pada tegangan dan frekuensi jaringan yang tersambung. Dimana daya reaktif dapat dirumuskan sbb :

Q(eff)    = V^2 C 2pf 10^9

dimana :

Q(eff)      = Daya reaktif capacitor ( kVAR )

V            = Tegangan ( Volt )

C            = Capacitance (mF)

f            = Frekuensi jaringan (Hz)

Jika capacitor terangkai secara delta dirumuskan sbb :

Q(eff)    = 3 V^2 C 2pf 10^9

Control Componen (Sensor) Desember 14, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
9 comments
Ujung dari suatu sistem kontrol otomatis adalah alat pendeteksian/sensor. Saat ini terdapat berbagai macam sensor yang telah dipergunakan di industri, dan teknologi sensor ini akan terus berkembang. Berikut ini adalah berbagai macam sensor yang banyak dipergunakan saat ini.Proximity Sensor/ Proximity Switch
Proximity sensor memiliki jarak sensing yang relatif pendek, mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa centimeter saja. Semakin besar dimensi sensor, jarak sensing juga semakin jauh. Terdapat dua macam Proximity sensor yang paling banyak dipergunakan yaitu Proximity Inductive dan Proximity CapacitiveProximity Inductive berfungsi untuk mendeteksi obyek besi/metal. Meskipun terhalang oleh benda non-besi sensor akan tetap dapat mendeteksi selama dalam jangkauannya. Jika sensor mendeteksi adanya besi di area sensingnya maka kondisi output akan berubah. Proximity ini dapat dengan efektif menggantikan limit switch/ mechanical switch yang merupakan teknologi lama.

Proximity Capacitive akan mendeteksi semua obyek yang ada dalam jarak sensingnya baik metal maupun non-metal. Misal untuk pendeteksian level tangki biji plastik, atau mendeteksi ada atau tidaknya bahan dalam sebuah saluran.

Pada perkembangan selanjutnya menjadi sensor sensor yang lebih spesifik :
Magnetic Sensor : pendeteksian ada tidaknya ssuatu medan magnet.
Ultrasonic sensor : pengukuran jarak dengan menggunakan gelombang suara mempergunakan efek Dopler.
Doublesheet sensor : pengukuran doble tidaknya suatu sheet metal.
dll.

Photosensor

Photosensor/ photoswitch seperti namanya mempergunakan cahaya/photo sebagai sarana pendeteksiannya. Dari cara kerja sensor ini terdapat tiga macam sensor yang nantinya akan berkembang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan industri.

Difuse

Sensor ini bekerja seperti radar. Didalam sensor ini sudah terintegrasi pemancar dan penerimanya. Jarak sensing sensor jenis ini relatif paling pendek diantara 2 jenis sensor yang lain, berkisar 10 cm sampai 50 cm (adjustable dan dibagi beberapa tipe).
Retroreflextive
Sensor retrorefletif menggunakan media pemantul (pasif) / mata kucing untuk membalikan sinar dari sensor. Sinar yang dipantulkan ini mempunyai polarisasi yang berbeda 90 deg. Jarak sensing sensor ini relatif lebih jauh daripada jenis difuse.
Through Beam
Sensor through beam merupakan sepasang sensor yaitu terdiri dari emiter (pemancar) dan receiver (penerima). Kelebihan sensor jenis ini adalah mempunyai jarak sensing yang sangat jauh serta sudut sensing yang lebih sempit.

 

 

Sensor sensor dengan cahaya yang mempunyai fungsi khusus
Color Sensor : Pendeteksian warna
Vision Sensor : Pendeteksian gambar
dll.

Pengetesan SCR dengan Ohmmeter Desember 6, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
1 comment so far
SCR / Thyristor mempunya tiga terminal , anoda (+), katoda (-) dan gate. Dalam kondisi normal SCR dalam keadaan “open” / putus (anoda ke katoda) saat tegangan gate kosong, dan akan “conect” saat terminal gate di beri beda tegangan. Dengan sifat sifat tersebut maka pengetesan dapat dilakukan sebagai berikut :

  • Hubungkan ohmmeter seperti pada 1A. Gunakan range pengukuran resistansi 1X. Hasil pengukuran harus tinggi (lebih dari 1 Meg Ohm).
  • Hubungkan ohmmeter dalam kondisi kebalikan seperti pada gambar 1B. Hasil pengukuran harus tinggi.
  • Dalam kondisi terhubung seperti pada gambar 1B, hubungkan anoda dan gate sesaat. Resistasi anoda ke katoda harus rendah (kurang dari 1000 Ohm, antara 15 ~ 50 Ohm) meskipun koneksi gate telak di putus. Resistasi SCR akan tinggi kembali jika terminal anoda katoda di putus dari ohmmeter.

Pengetesan ini dapat dilakukan dengan ohmmeter yang biasa saja. Silakan mencoba !

FUSE Links (NH Fuse) November 23, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
3 comments

NH Fuse links banyak dipakai di dunia industri. Fuse ini terdapat berbagai jenis, mulai dari tegangan, ukuran body dan Class.Tegangan :AC 400 / 500/ 690/ 1000/ 1500

Ukuran/ Size : 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4

Class :

  • gG : Aplikasi umum, Proteksi Kabel dan Line.
  • gB : Aplikasi Umum
  • aM : Proteksi Short pada motor.
  • gTr : Aplikasi Umum dan Proteksi Trafo.
  • gTF : Aplikasi Umum.

Fasilitas dan Keuntungan dengan Fuse Links

  • Indikator Trip yang mudah dideteksi
  • Rating Interupsi yang tinggi sampai 120 kA
  • Rating Tegangan yang beragam AC 400 ~ 1500 V
  • Class yang beragam.
  • Terdapat pilihan fuse base (besi atau keramik)
  • Rugi daya dan suhu yang rendah.
  • Tahan terhadap Corrosif.

Protection Co-ordination November 16, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
add a comment

Untuk memproteksi kabel line dan motor, switchgear harus menjamin empat fungsi utama sebagai berikut :

  1. Proteksi terhadap beban lebih. Proteksi ini menyangkut motor dan kabel dijamin oleh overload pada starter.
  2. Kontrol motor. Fungsi ini dilakukan oleh magnetic contactor.
  3. Proteksi terhadap hubung singkat/ short.
  4. Isolasi

Dua fungsi terakhir tersebut dilakukan oleh pemutus sirkuit yang memproteksi motor dan kabel terhadap hubung singkat dan menjamin isolasi terhadap kontak positif.Standart IEC 60947-1 mendefinisikan 2 tipe koordinasi proteksi menurut tingkat kontinuitas layanan yang diharapkan. Kerusakan hebat yang dapat diterima untuk perangkat switchgear dibagi menjadi 2 jenis :

  • Tipe-1 : dalam kondisi hubung singkat, kontaktor atau starter tidak boleh membahayakan operator atau instalasi, dan tidak akan mampu beroperasi berikutnya tanpa diperbaiki terlebih dahulu atau ada bagian yang harus diganti.
  • Tipe-2 : dalam kondisi hubung singkat, kontaktor atau starter tidak boleh membahayakan operator atau instalasi, dan mampu beroperasi sesudah itu. Resiko kontak meleleh diterima.

(Katalog produk ABB 2006)

Indeks Proteksi (IP) November 15, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
3 comments
Pada suatu peralatan listrik sering dicantumkan pada spesifikasi mengenai Indeks Proteksi (IP). IP ini adalah kode yang memberikan tingkat proteksi terhadap akses bagian yang berbahaya, perlindungan terhadap benda asing dan atau perlindungan terhadap air yang memenuhi standart IEC 60529, IEC 60947-1.Di samping simbol IP ini akan diikuti angka yang menunjuk tingkatan tingkatan proteksi. Adapun tingkatan tersebut adalah sbb :

Angka Pertama : Proteksi terhadap benda asing
0 : Tanpa Proteksi
1 : Diameter > 50 mm
2 : Diameter > 12.5 mm
3 : Diameter > 2.5 mm
4 : Diameter > 1 mm
5 : Proteksi terbatas terhadap debu
6 : Proteksi total terhadap debu

Angka Kedua : Proteksi terhadap air
0 : Tanpa Proteksi
1 : Tetesan secara vertikal
2 : Tetesan sudut vertikal < 15 deg
3 : Tetesan sudut vertikal < 60 deg
4 : Percikan air
5 : Air dengan tekanan rendah
6 : Air dengan tekanan kuat
7 : Dibenamkan sementara
8 : Dibenamkan permanen

Electro Motor Winding November 7, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
11 comments

Ini adalah gambar electromotor dengan berbagai kondisi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.