jump to navigation

Variable Speed Drive (VSD) aka. INVERTER Juli 2, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, listrik.
Tags: , , , , , ,
177 comments

Aplikasi variable speed banyak  diperlukan dalam industri. Jika sebelumnya banyak dipergunakan system mekanik, kemudian beralih ke motor slip/ pengereman maka saat ini banyak menggunakan semikonduktor. Tidak seperti softstarter yang mengolah level tegangan, inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur speed motor. Seperti diketahui, pada kondisi ideal (tanpa slip)

(lebih…)

Resistor Brake Maret 20, 2007

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, Iptek, listrik.
Tags: , ,
8 comments

Dynamic Brake Resistor

 

Sifat Regeneratif pada Variable Speed Drive terjadi aat VSD berusaha mengerem motor secara cepat, motor akan berubah menjadi generator. Saat putaran motor yang bebas akibat pengereman tersebut, motor akan mengeluarkan tegangan balik ke VSD. Kejadian ini akan mengakibatkan lonjakan tegangan (over voltage) jika tidak dibuang ke suatu alat. Sekitar 15% sampai 20% mampu diserap oleh VSD, dan sisanya harus disalurkan ke suatu perangkat. Solusi dari permasalahan tersebut adalah menggunakan Dynamic Brake Resistor (DB Resistor). Alat ini akan menyerap energi akibat regenerative dan diubah menjadi panas. DB Resistor bisa ditentukan dengan mengetahui parameter berikut :

 

  1. Voltage (Drive input voltage.)
  2. Drive horsepower.
  3. Braking Torque.
  4. Duty Cycle (Braking Time / Cycle Time.)
  5. Maximum braking current atau nilai minimum ohm Sesuai dengan spesifikasi VSD dari pabrik.Braking Torque biasanya ditentukan antara 100% sampai 150% dimana parameter ini akan mempengaruhi nilai resistansi DB Resistor. Braking Torque yang besar berarti, resistansi yang rendah, arus braking yang tinggi dan lebih cepat motor berhenti. Dan besar daya yang diserap resistor tergantung pada siklus kerja/ duty cycle (DC). Besaran ini dihitung dengan cara membagi durasi regenerasi dengan waktu satu siklus

 

 Contoh penghitung DB Resistor :

 

  1. Daya motor/drive wattage

Motor Wattage (MW) = Motor or Drive horse power (HP) x 746.

  1. Menghitung Daya Puncak

Peak Wattage (PW) = MW x BT BT  

Brake Torque

  • Pergunakan 1.0 for 100%
  • Pergunakan 1.5 for 150%3.
  1. Hitung resistansi yang diperlukan.

Resistance = (DC bus voltage)^2 / PW.

  1. Hitung Duty Cycle (DC)

DC = Braking Time / Cycle Time

  1. Hitung daya DB resistor : Regeneration Type: Normal Braking – – – DBrw = (PW x DC )/2
  2. Hitung arus DB resistor Bi= PW/RESISTANCE = Sqrt (472500/ 1.2)
  3. Hitung arus braking: DBi = DBrw/RESISTANCEArus Braking(Bi) adalah arus yang mengalir pada breke resistor saat duty cycle.

 

 Perhatian:Periksa spesifikasi untuk “Braking Current” atau “Peak Current” pada braking module. Nilainya harus tidak boleh mendekati perhitungan!

 

Catatan untuk tegangan DC BusUntuk :

 

  • 230 Vac drive = 350 to 400Vdc
  • 460 Vac drive = 750 to 800Vdc
  • 575 Vac drive = 925 to 975Vdc

(Disadur dari Filnor)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.