Journey to the West (part 2)

Jakarta – Tulang Bawang – Jakarta – Surabaya
Hui… bangun pagi badan sudah segar (kan ada makan sahur). Rencana awal muatan tambah dua ( B’dhe Nana dan mBa’ Icha) dan berangkat jam 8 pagi. Berhubung harus ngeguyur mobil, beres beres dan nambah packing akhirnya molor satu jam. Pejalanan dimulai dengan melintasi BSD dan eh… tembus sampe Tangerang dan masuk tol ke arah Merak. Jarak yang akan ditempuh + 70 kiloan kondisi full tol.Di pelabuhan Merak ternyata masih sepi saja, bayar tiket 165rb paket dan langsung naik ke kapal. Lengang, itulah gambaran di kapal saat itu. Dapat parkir di atas langsung pasang posisi istirahat/ tidur. Sementara para penumpang melancong di dek atas. Eh… lihat di sebelah ada yang jual CD, oprek2 ketemu CD MP3 Iwan Fals dan campuran lagu rohani terdiri dari Opik Ungu dll, 25 rebu 2 keping. Lumayan buat temen jalan.Tidak terasa kapal sudah merapat di Pelabuhan Bakauheuni, dan sinar matahari telah menyengat. Turun dari kapal sepertinya lewat jalan sendiri, tanpa teman. Setelah beristirahat sejenak di masjid Kalianda perjalanan dilanjutkan ke Bandar Lampung. Kali ini perjalanan melintasi kota (via Teluk Betung) yang katanya lebih lancar. Alamak…. Ternyata malah macet. Jalan jalan penuh demikian juga pusat perbelanjaan. Di dekat terminal Rajabasa kendaraan di isi full lagi 38 ltr. Lancanya perjalanan hanya dapat dinikmati sejenak, setelah itu kembali beriring iringan dengan truk dan trailler. Pffff…. Jalur cuma 1,5 track dan ramai, biasanya 2 jam kali ini molor. Sampai di pit stop berikutnya jam 17.30 sore.. Jembatan Empat – Astra Ksetra – Tulang Bawang – Lampung.

Acara liburan biasa aja, masak masak, anak anak main pasir, bapak bapak ngomongin mobil, dan muter muter disekitar. Yang lain cuma ada acara aqiqoh 2G dengan empat ekor kambing. Satay…. satay…

Kamis 18 September dimulai lagi perjalanan balik. Tujuan ke Surabaya tapi harus berenti di beberapa pos Tangerang dan Bekasi. Sebelumnya harus isi BBM di Bandar Lampung dan beli oleh oleh di dekat Panjang. Perjalanan lancar kapal yang besar dan enak (dapet dek executive). Di Tangerang pos berikutnya adalah teman lama. dan Bekasi di rumah bu dHe I’Is. Seperti biasa, setiap masuk tol dalam kota Jakarta masih bingung juga ..he..he…

Perjalanan sebenarnya di mulai pada jam 3.30 pagi dari Bekasi. BBM di isi full di Tol dekat Bekasi Timur langsung ngibrit. Jalan pagi emang enak sekali, segar dan mata masih dingin. Nggak terasa sampai Cirebon masih pagi, jalur selanjutnya di Jawa Tengah mulai padat. Sepeda motor benar benar menguasai jalanan, kiri kanan full. Kondisi ini terus terjadi sampai di Pekalongan. Dan ada pemandangan menarik, terlihat dua sepeda motor plat AG dan dan tiga motor plat W (gimana rasanya ya ??). Lepas dari Pekalongan benar benar lega, mulai bertemu jalur jalur mulus. Kendal, Semarang dan keluar tol Semarang jam 12an dan isi BBM full.

Perjalanan terus dilanjut dan baru berenti di Pati. Nasi Gandul, Garang Asem menjadi teman makan siang, sementara di luar hujan lebat. Menerobos hujan melanjutkan perjalanan. Hambatan muncul di Rembang, jalur utama ditutup! harus berputar dan memakan waktu 1 jam. Keluar jalan alternatif jalur agak longgar jadi bisa jalan normal. Baru mendekati Tuban harus jalan beriringan dengan truk dan trailler. Lolos dari kepadatan setelah melewati Semen Tuban sementara hari telah sore. Melewati jalur normal Tuban, Babat, Lamongan (jalan masih keriting), Gresik dan masuk tol Manyar dan wusss. Sampai di rumah pos terakhir jam 19.30. Odometer menunjukan 2717 km ! Total 14.3K/ltr … lumayannn . Tidur …..

(Tamat)
Pos ini dipublikasikan di Liburan, My Family. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s