Bandara – The Serries (1)

The Praying Room
Suatu ketika saya berpikir, “Apakah saya berada di Indonesia ??”. Ya itu benar benar terjadi, saat saya harus menunggu pesawat di Bandara Soekarno – Hatta Cengkareng.Jadwal penerbangan sebenarnya pukul 18.30 BBWI dengan pesawat Wing Air. Karena khawatir dengan kondisi jalan (Jum’at syndrom) dan cuaca (saat itu hujan) berangkat ke bandara di percepat. Alhasil sekitar jam 15.30 saya sudah sampai di bandara.

Dengan pertimbangan jadwal check-in belum masuk listing, saya putuskan menunggu di luar saja. Bisa lebih leluasa jalan jalan menghabiskan waktu. Karena sudah masuk waktu Ashar, bergegas mencari mushola. Berjalan sedikit ketemu petunjuk arah mushola dan toilet dalam satu papan. Ternyata bukan hanya tulisan penunjuk arah saja yang berbagi tempat, kondisi sebenarnya juga demikian. Mushola dam toilet terdiri dari satu bagian dan berbagi tempat. Begitu masuk di sebelah kiri menuju mushola dan jika terus lurus adalah toilet. Di area toilet bagian kiri untuk BAK dan sebelah kanan terdapat bilik bilik. Bau (maaf) pesing dan tidak sedap menyebar kemana – mana, di lantai terdapat genangan air bercampur dengan tanah atau pasir yang terbawa oleh pengunjung.

Di area di area mushola yang tidak begitu luas, bau toilet masih menyengat. Begitu masuk area disebelah kiri terdapat tempat berwudhlu dengan 3 atau empat kran air. Kondisi lantai tidak berbeda jauh dengan toilet, hanya agak lebih bersih. Selesai wudhlu ternyata di dalam mushola masih penuh dan harus menunggu. Saat masuk di mushola udara pengap dan panas langsung memenuhi dada. Ruang tersebut hanya bisa dipergunakan 2 shof dan satu shof tambahan. Begitu sempit dan pengapnya mushola ini begitu selesai sholat yang hanya 4 rokaat, badan sudah basah kuyup oleh keringat. Segar rasanya ketika keluar dari mushola ini.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya tiba giliran chech-in. Setelah menyelesaikan segala urusan saya melanjutkan perjalanan ke ruang tunggu. Waktu sudah melewati jam 6 sore dan saya harus melaksanakan sholat Maghrib. Mushola di gate/ ruang tunggu berada dilantai bawah. Sama seperti kondisi di luar mushola ini berdampingan dengan toilet. Tetapi kebersihannya lebih baik daripada yang diluar. Ukuran mushola lebih kecil dari yang diluar, sama 2 shof juga tapi tidak pengap karena AC ruang atas yang dialirkan ke bawah. Saya juga harus menunggu giliran untuk melakukan sholat. Satu baris hanya bisa di isi 4 orang. Jadi dengan satu imam dan 4 makmum mushola sudah penuh.

Setelah melakukan sholat di dua tempat tersebut saya jadi berpikir, ” Apa benar saya ada di Indonesia ??”. Sampai sampai bandara terbesarnya tidak mampu menyediakan tempat ibadah yang layak. Secara Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Apakah pajabat PT. Angkasa Pura I tidak ada yang muslim ?? Apakah karena mushola tidak mendatangkan keuntungan secara finansial ?? Huh..

Sepertinya memang mushola memang luput dari perhatian pembuat kebijakan. Saya tidak bisa membayangkan, misalnya saya sedang dalam perjalanan bersama wisman muslim. Dan mengalami kondisi seperti yang saya alami di atas. Apa yang bisa saya jelaskan mengenai kondisi mushola seperti itu ? Ingat, kondisi mushola di bandara udara internasional terbesar di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Bukannya mengharap mushola yang mewah luas full AC. Tetapi setidaknya lokasi yang agak jauh dari toilet, bisa menampung 4 sampai 5 shof dan ventilasi yang layak agar tidak terasa panas dan pengap. Dengan begitu kesucian tempat ibadah dapat benar benar terjaga, yang beibadah bisa lebih kusyu dan semoga menjadikan doa doa yang terucap bisa terkabul. Pada akhirnya akan berimbas kepada para perusahaan pengelola serta para pegawainya. Semoga… Kapan ??

Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s