Korban Terakhir

cacar-3.jpg

Rupanya virus cacar tidak puas dengan hanya menyerang Didi dan Puput. Setelah Puput mulai reda dan luka luka bekas cacar yang mulai mengelupas giliran, si Ibu mendadak demam lesu. Tetapi tanda bintik berair belum muncul di permukaan kulit, hanya demam dan lesu saja. Semula diperkirakan karena terlalu lelah sehabis bepergian dari Blitar.  

Setelah menunggu beberapa hari kepastian bahwa cacar air kembali menyerang terbukti. Beberapa bintik air mulai muncul di kulit kaki dan wajah. Dengan pengalaman dua pasien sebelumnya, langsung ke apotek Kasuari membeli Detol cair, sabun Detol, Anti biotik, Clynovir salep (Rp 21.500) dan pil Clynovir (400mg) (Rp 61.000). Dari tiga korban sebelumnya, ini yang paling parah. Bintik air sepertinya tidak memilih tempat tumbuh, sampai sampai di dalam mulut dan daun telingapun muncul. Ancur dech..!  

Note : Telat posting…

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, My Family. Tandai permalink.

3 Balasan ke Korban Terakhir

  1. inez berkata:

    Saya setua ini, baru kali ini kena cacar, setelah 2 anak saya tumbang.
    Stress deh mikirin bekasnya nanti… Berapa lama ilangnya? ke dokter kulit mana?
    Thx

  2. bayupancoro berkata:

    Anak pertama saya bekasnya cepet sekali ilang. Yang kedua masih ada sisa beberapa biji saat ini. Kalo Ibunya sudah hampir hilang total. Itu karena perawatan exxtra !
    Bukannya promo tapi hanya kesaksian di LBC saja.

  3. sarfan berkata:

    ibu pake salep clinovir 5% yg utk herpes Zoster atau herpes SimpLeks…?? soalnya gua hbs slh pake salep,,, trus salepnya dipake nanti udah kering atau bgmna Bu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s