Sate Kambing Barongan

Tahun 2007 segera berakhir dan berganti dengan tahun 2008. Pergantian tahun terjadi pada hari Selasa, sehingga liburan sudah dimulai pada hari Sabtu. Acara tahun baru kami rayakan dengan makan diluar dan beli terompet. Target menu sudah disiapkan pada pagi hari yaitu di Sate Kambing Barongan.

Sate Kambing Barongan berada di Jl. Raya Wonocolo no 65 Taman Sepanjang Sidoarjo (kira kira berjarak 2 km dari rumah). Rumah makan ini berada tepat dipinggir jalan menghadap ke selatan. Tempatnya tidak begitu luas atau malah bisa dibilang sempit. Dibagian paling depan terdapat etalase dimana para pegawai menyiapkan pesanan pengunjung. Terlihat beberapa ekor kambing telah dikuliti, pegawai yang membakar sate dan beberapa orang yang menikmati sate di meja luar. Pemandangan yang paling menonjol adalah beberapa kambing yang tergantung, jika tidak jeli mungkin kita mengira tempat itu adalah tempat penjualan daging kambing bukan sate. Berikutnya terlihat beberapa pegawai sedang menancapkan daging yang di tusuk sate serta kasir yang juga ikut terlibat dengan kegiatan itu. Di dinding sebelah kiri terdapat papan tulis yang mencatat pesanan pesanan dari luar misal tanggal 3 Januari di tempat Bp Anu telp sekian Aqiqoh dll. Di dinding ruang dalam terdapat foto kru Sate Kambing Barongan dan beberapa orang terkenal yang pernah singgah di tempat ini seperti Butet Kertarajasa dan Arif Afandi (Wakil Walikota Surabaya) Tempat makan terdiri dari 2 (dua) lantai, dilantai bawah tak lebih dari 10 meja.

Penyajian Sate Kambing Barongan berbeda dengan penjual sate pada umumnya. Perbedaanya adalah nasi atau lontong di jual paket per kepala dengan mengambil sendiri dan satu lagi krupuknya gratis. Jadi kita hanya pesan berapa sate yang kita inginkan selanjutnya untuk nasi atau lontong silakan mengambil sendiri. Sate Kambing Barongan disajikan dengan tanpa lemak sedangkan bumbu bisa dengan atau tanpa kacang. Keunggulan Sate Kambing Barongan terletak pada daging kambingnya yang empuk atau terempuk dari sate kambing yang pernah saya makan. Untuk bumbu sepertinya saya lebih memilih model Jawa Tengah yaitu kecap, cabe, bawang merah, tomat sedikit, daun jeruk dan sedikit merica. Harga satu porsi sate (10 tusuk) 10 ribu rupiah sedangkan nasinya adalah 2 ribu rupiah. Cukup layak untuk even yang semi spesial dan bisa di sebar luaskan…

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, Liburan, My Family. Tandai permalink.

2 Balasan ke Sate Kambing Barongan

  1. asep suseno berkata:

    Bos.. saya baca artikel anda tentang pengaman motor listrik yang sudah pernah dimuat disini, saya penasaran, kira2 sensor bimetal tersebut kelemahannya apa?bisa digantikan dengan sensor panas dan arus secara terpisah menggunakan mikrokontroller? niat saya buat bikin bahan skripsi. obyeknya motor listrik di Pabrik gula jogja. Mohon petunjuk dan bantuannya…..trims..

  2. bayupancoro berkata:

    PG. Madu Kismo dah pake electronic overload Boss……
    Ada beberapa di sana, versi yang lumayan tinggi lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s