Liburan di Kota Batu (bag-2)

Jatim Park

Uuuu..ahh..! Bangun pagi rasanya masih capek dan kelopak mata berat. Ini karena semalam tetangga kamar berisik sekali, tidur jadi kurang nyenyak. Menu sarapan dari hotel hanya 2 porsi mini nasi goreng, satu cangkir tek dan kopi. Mana cukup ??? Didi aja kurang. Setelah berkemas dan check out segera mencari sarapan pagi. Tak beberapa jauh dari hotel ternyata ada Soto Ayam, Daging dll, cukuplah.

Ke Jatim Park ternyata harus tersesat beberapa kali bahkan sampa di Agrowisata he..he…. Di Jatim Park pengunjung sudah mulai ramai, untuk mendapatkan tiketpun sudah antri. Tiket terusan dengan nama paket Heboh seharga Rp 30.000 tetapi jika hari libur Rp 45.000. Membawa makanan berat sangat dilarang, seperti nasi, lontong mie dkk. Makanan yang ditahan penjaga di beri identifikasi untuk diambil kembali jika sudah diluar area. Tetapi untuk snack, kue kering yang sejenis di perbolehkan untuk dibawa masuk.

Berbeda dengan Jatim Park II di WBL, wahana disini sangat berdekatan dengan jalur yang berbelit. Pertama kali yang kita lihat setelah melewari gate in adalah sebuah gong berukuran raksasa disamping wahana kebudayaan Indonesia. Di sini di tampilkan cara berpakaian, rumah adat beberapa suku di Indonesia. Berikutnya adalah wahana yang sangat menarik yaitu, bagian IPTEK. Terdapat beberapa peraga yang sangat berguna bagi pengetahuan pengunjung mengenai Fisika, Biologi, Kimia, dll.

Dari wahana ini perjalanan dilanjutkan ke wahana wahana lain dan kebanyakan adalah permainan. Mulai dari Columbus, Bom Bom Car, Coaster, Drop Zone dan lain lain, akhirnya sampai di wahana 3D. Semula mengira wahana ini akan memutar film 3D. Teryata adalah seperti jurit malam dengan pertunjukan hantu, walhasil Puput hanya menangis di sepanjang lorong yang sempit. Kacian dech…!

Setelah puas dengan permainan mulailah ke area kolam renang. Suasana kolam renang anak sangat ramai, dan cuaca agak mendung. Pengantar bisa beristirahat di kursi yang disediakan di sekitar kolam. Beberapa penjual minuman dan makanan tampak lalu lalang menawarkan dagangannya dengan membawa daftar menu. Harga rata rata tidaklah mahal sebagai mana biasanya di tempat wisata. Di sebelah kolam renang juga terdapat cafetaria dengan banyak tenant. Harga makanan rata rata Rp 8.000,- saja.

Beberapa jam kemudian hujan mulai turun dan kolam renang mulai ditinggalkan pengunjung. Hujan turun lumayan lebat, meski demikian masih ada juga yang berenang di kolam. Saat hujan, keramaian bergeser di cafetaria. Mungkin setelah berenang semua pada lapar.

Hujan mulai reda dan kami memutuskan untuk pulang. Sebelum keluar terlebih dahulu mampir di aquarium untuk melihat satwa air di sana. Nggak begitu banyak jenisnya, dan yang paling menarik adalah kolam penyu yang berada di tengah tengah.

Setelah melewati pintu keluar, kita harus berputar putar melewati beberapa pasar. Mulai dari kerajinan, bunga yang harganya terlalu mahal, cendera mata, makanan kecil dan buah buahan. Jalan dibuat alur yang berputar putar, jadi meskipun areanya tidak terlalu besar tetapi cukup capek juga. Apalagi setelah jalan mengelilingi Jatim Park.

Akhirnya sampai juga di areal parkir. Rupanya sudah sedemikian penuh dengan mobil pribadi dan rombongan. Bus dan mobil  mobil kecil bercampur dalam satu area parkir yang tidak terlalu luas. Saat meninggalkan Jatim Park cuaca hujan rintik sehingga pandangan kurang nyaman untuk mode sport. Rupanya perjalanan ini merupakan perjalanan dari Malang ke Surabaya terlama yang pernah dialami. Setelah menyemut dari Batu sampai Karanglo, ternyata Singosari banjir, jalan hanya dipakai satu lajur, sebelah kiri air yang mengalir kira kira setengah ban. Lepas Singosari, kelancaran bisa dinikmati sampai Purwosari saja karena macet. Macet disebabkan karena meluapnya sungai di daerah itu. Begitulah perjalanan sampai lepas Pandaan, terdapat beberapa kali kemacetan karena banjir, bahkan di Pandaan yang tinggi itupun tak luput dari banjir (depan Patung Sapi Pandaan), heran juga, sepertinya banjir baru kali ini. Selepas beberapa kemacetan perjalanan relatif lebih lancar, demikian juga saat melintasi area Porong. Menjelang Maghrib sampai di rumah dan, bye… bye…! 

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, Liburan, My Family. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Liburan di Kota Batu (bag-2)

  1. dany berkata:

    menarik…aku yang tumbuh dan hidup di kota batu aja gak bosen2 keliling tempat wisatanya bolak balik. hampir semua pernah aku kunjungi…kotanya adem… aku rekomendasikan kesemua orang2 yang pengen liburan, mending kunjungi aja kota kami…di jamin gak nyesel…hee2x. rasakan, nikmati dan gembiralah di kota kami🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s