Softstarter (2)

Untuk mempermudah pengoperasian softstarter, lebih baik mengunakan external control dengan mempergunakan push button. Line control ini ada yang dry contact atau dengan tegangan. Selain itu diperlukan proteksi tambahan seperti Fuse atau Circuit breaker.

Contrl Softstarter

Dengan memanfaatkan salah satu output contact yang ada, bisa dirangkai contactor “by pass”. Tujuan contactor bypass ini adalah mengalihkan arus listrik yang mengalir melalui softstarter ke contactor saat motor sudah full speed. Jadi saat tegangan yang dikeluarkan sudah 100 %, softstarter akan mengeluarkan output yang selanjutnya mengaktifkan by pass contactor. Dengan system by pass ini, diharapkan akan memperpanjang live time softstarter.

Saat ini ada dua rangkaian yang paling banyak digunakan dalam merangkai softstarter. In-line, yang umum dipergunakan (seperti Direct On Line Starter ) dan Inside- Delta ( terangkai dengan sistem Delta ). Perlu diketahui juga tidak semua jenis softstarter yang bisa dihubung dengan Delta.

In-line adalah rangkaian yang paling umum dan mudah untuk merangkai softstarter. Line supply dihubungkan secara seri dengan Magnetic Contactor, Overload, Softstarter dan motor seperti pada gambar. Komponen yang dipergunakan harus disesuaikan dengan dengan beban motor, misal beban motor 125 A maka komponen harus setidaknya 125 Amp juga. Contoh rangkaian softstarter dengan bypass comtactor (dari ABB).

Inside Delta adalah dengan merangkai softstarter seperti pada Y/D starter (seperti gambar). Dan ini akan dengan mudah menggantikan starter Y/D. Softstarter yang dirangkai Inside delta hanya akan menerima 58 % (1√3) arus main line. Misal motor 100 A hanya akan memerlukan softstarter 58 Amp. Dengan demikian akan cost akan lebih redah dibandingkan system In-Line.

Selain dua macam rangkaian diatas, softstarter juga bisa dipergunakan untuk system sequential (berurutan). Logikanya adalah seperti berikut, sofstarter hanya bekerja saat start saja! Setelah motor mencapai nominal speed, power akan di bypass. Kemudian softstarter diaktifkan lagi untuk motor berikutnya. Begitu seterusnya. Tetapi perlu diperhatikan kemampuan starting dari softstarter untuk aplikasi ini.

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, electric, Electric fo Dummies, listrik. Tandai permalink.

37 Balasan ke Softstarter (2)

  1. Budiman berkata:

    Dear P Bayu,
    saya Budiman Plant MGR PT Sierad Balaraja,saya ada rencana mau pasang Softstarter utk 4 mtor 150 kw/1500RPM di lokasi pabrik,sebelumnya pakai startdelta,tujuan utk hemat daya,bisakah bpak bantu saya dengan saran softstater apa yg bagus/layak utk motor diatas,merk china jika ok no problem, atau jika tidak ada masalah apakah bpk bisa tinjau ke lokasi dan sediakan unitnya?
    ditunggu kabarnya,
    Budiman

  2. bayupancoro berkata:

    Dear P Budiman,

    Terima kasih atas kunjungan ke blog ini.

    Oke pak, saya japri saja…

  3. hendry82 berkata:

    pak sy hendry. 26 th. sy pernah interview di sebuah perusahaan mereka tanya kalo ada motor dngan kapasitas 10hp berapa kapasitas kontaktor yang harus kita gunakan. bapak bisa tolong kasih penjelasan ke saya? sebelum nya sy ucapkan terimakasih.

    salam

  4. jonny berkata:

    Pak ..saya jony..saya memiliki motor 3 phasa, 415 VAC , 200 kW untuk menggerak fan. Untuk starting motor saya menggunakan soft start dengan kapasitas 220 kW (saya naikan satu tingkat dari kapasitas motor). Soft start digunakan hanya pada saat start saja karena pada saat motor run saya menggunakan kontaktor by pass. Persoalannya adalah pada saat start arus start sangat tinggi hingga 400% dari nominal. Saya telah konsultasi dengan pihak Scheneider, namun jawabannya adalah saya salah aplikasi, namun hal ini tidak saya terima karena saya telah menggunakan soft start ini untuk pabrik kami di tempat lain hingga 315 kW. Mohon penjelasan Bapak mengenai hal ini. Saya menunggu jawaban dari Bapak.
    Terima kasih

  5. Alexius Dwi Krisnanto berkata:

    Dear Pak Johny,

    maaf bapak yng empunya website,
    perkenalkan nama saya Alexius Dwi krisnanto

    Saya tertarik dengan problem bapak,
    Kebetulan saya sudah malang melintang di dunia VSD dan SoftStarter.
    Mungkin saya bisa bantu setting dalam permasalahan bapak.

    terima Kasih
    Slam
    Alexius Dwi K

  6. Yudi berkata:

    Dear pak Alexius,

    Bisa tolong di share info settingan softstarter biar current rush tidak tinggi?
    Tapi sebenarnya berapa persen sih standard lonjakan arus kalau kita memakai softstarter dan berapa persen kalau pakai inverter (VFD)?

    Bravo mas Bayu..

    Trims,
    Yudi

  7. Alexius Dwi Krisnanto berkata:

    Dear Pak Yudi,

    Untuk Softarter umumnya dapat disetting pada 2-7x In ( I Nominal) motor. dan untuk batasan Current Limiting tergantung dari aplikasi bapak.
    Karena beda aplikasi untuk pompa dan blower, yang umumnya antara 3.5-4x In.
    Beda dengan penggunaan Inverter, lonjakan arus hampir tidak terjadi, maksimal pun jika ada lonjakan arus terjadi pada aplikasi heavy duty (constant torque) yaitu sebesar 1,5 In (maksimal lho).
    Semoga membantu
    salam VSD
    alexius dwi krisnanto

  8. bayupancoro berkata:

    Pak Alexius,

    Trims atas responnya.

  9. adi_y berkata:

    wah memang blog ini..bermanfaat banget khususnya praktisi di dunia industri…bravo mas bayu….seneng saya bisa mampir disini…

  10. asdian berkata:

    memang sangat membantu sekali blog ini…trimakasih mas bayu…mas bisa kasih tahu buku panduan buat motor listrik atau websitenya…trimakasih mas bayu sebelumnya.

  11. achmadsolichin berkata:

    Pak, saya solichin . Ada 2 hal yang saya belum temukan jawabannya barangkali mas bayu bisa bantu :
    – Dalam panel ATS/AMF kok selalu ditekankan menggunakan MCCB 4 Pole , sebenarnya apa sih effeknya jika menggunakan MCCB 3 Pole. Karena saya sering temui Panel tersebut ada yang 3 pole dan ada yang 4 pole.
    – Dalam operasional genset, terkadang modul kontrolnya ada settingan unbalancing load dngn default setting maksimal 20 %..apa effeknya pada generator kalau disetting lebih.
    Terima kasih sebelumnya

  12. Asep Parlin berkata:

    Salam kenal pak. saya Asep Parlin. Pak, boleh tanya mengenai Liquid Rotor Starter (LRS)?? bagaimana sistem kerjanya dan rangkaian ekuivalennya?? truz gimana juga dengan Oil Rotor Starter (ORS)???

  13. Edwin berkata:

    salam kenal ya pak….memang sangat membantu sekali blog ini…trimakasih …mas bisa kasih tahu buku panduan buat motor listrik dan motor starting atau websitenya…trimakasih mas bayu sebelumnya.

    >> Salam kenal juga. Banyak sekali website mengenai motor, di tanyakan ke search engine aja Pa, atao di forum engineeringtalk. Trims.

  14. Sukma berkata:

    Salam kenal pak, sy Sukma n tertarik dg masalah pak achmad solihin,
    – Klo ATS/AMF pasti berhubungan dg Source Genset & PLN n memang selalu ditekankan menggunakan CB 4 pole yg maksudnya, RSTN dari Genset & RSTN PLN harus terpisah, jd penggunaan Netral untuk jaringan adalah terpisah, pure dari masing2 source yg aktif, sehingga memudahkan pembacaan ground fault pada CB.
    – Klo pada Genset setting unballance max 20%, itu lebih difungsikan untuk kehandalan performance Genset, karena klo unballance berarti beban RST yg dicover tidak seimbang, n ini bisa membuat masalah pd gensetnya, semestinya pembebanan 1 phase yg sering membuat masalah spt ini, pembagian beban perphase yg seimbang akan membuat kerja Genset lebih ringan & yg pasti life time lebih baik, Klo beban 3phase umumnya seimbang.
    Semoga bisa membantu pak, maaf sebelumnya klo masi banyak kekurangan.

  15. mbah berkata:

    salam kenal, P. Bayu
    saya sangat berterima kasih dengan adanya info yang bapak berikan ini. Saya mau tanya bagaimana caranya membuat ATS sederhana dengan 2 buah kontaktor dan timer, tip penghitungan capasitor bank PFR (power factor regulator).
    tolong donk dikirim ke amile saya, cara membuat,nama komponennya dan gambar wiringnya. thank’s

    >> Trims. Sama sama.

  16. taufiqsabirin berkata:

    salam kenal mas bayu dari newbie
    tulisannya tentang elektrik sangat membantu

    >> Terima kasih…

  17. adi berkata:

    nanya donk..softstarter tuch sama ga sich dengan dol atau star delta

    >> Ga sama dong…

  18. ady berkata:

    salam kenal mas

    tulisannya sangat membantu terima kasih.
    saat ini saya juga ingin menanyakan mengenai variable speed drive, yaitu :
    wiring diagram VSD seperti wiring diagram star delta yang pernah anda muat, sistem kontrol operasinya dan peralatan2 standar yg harus dilengkapi dlm 1 box panel VSD, thanks.
    salam sukses

  19. firdaus berkata:

    berapa nilai scr untuk softstarter motor 0.5 kw

    >> Sorry ga pernah bikin softstarter. Trims

  20. fajar berkata:

    Thank mas atas ilmunya,,,,

  21. Ping balik: Soft Starter « Buku Sakti Taufiq Sabirin

  22. umar khadafi d berkata:

    saya sangat tertarik dgn blog ini tpi saya minta tolong bpk bisa masukan gambar rangkain star delta pengasut y- tolong bantuanya yah pak….terima kasih

  23. Angga Ardhi Chriskawandi berkata:

    Pak, saya angga.. saya ingin belajar cara membaca gambar instalasi listrik dalam panel listrik industri… Trimakasih pak… mohon didikannya…

  24. mulyani berkata:

    nama saya mulyani …saya mohon bantuan penjelasan untuk pengoperasian soffstater apa harus ada beban (motor).tlg penjelasanya trimakasih ..

  25. samsul berkata:

    salam kenal.nama saya samsul. pak saya mau masang softstar untuk motor 55 kw. idealnya pake tipe apa pak yang bagus.dan kapasitasnya brapa. makasih pak sebelumnya

  26. Ranto Hosea berkata:

    salam kenal Pak, saya hosea dari yayasan Bina Nusantara.
    saya bekerja sebagai Maintenance engineering, di tempat saya terpasang softstarter ABB Type PST30…PSTB1050 untuk aplikasi pompa transfer air, tinggi gedung sekitar 70 meter, tekanan normal memompa air 8 kg. sekarang softstarter itu mengalami trip dan untuk sementara tidak bisa digunakan. info Trip yg saya baca di modul softstarter “Fault open SCR” untuk megatasinya apakah yang harus saya chek terlebih dahulu, dan solusi terbaik untuk mengatasi hal itu apa ya Pak……….

    Terima kasih.

    • danil berkata:

      Coba run tanpa beban
      Jika tdk trip cek in out power . Smwa kbel d lpas.
      Ukur terminal dg avo,
      R-U tembus ap tdk
      S-V
      T-W

      Jika tembus. Di urut aja dr terminal blok sampai menemui komponen eltronic.
      SCR itu di cek. Kbnyakan di SCR jebol.

  27. ferry theodorus berkata:

    Salam saya ferry theodorus mau konsultasi masalah softstater,saya ingin menjalankan crusher dengan motor 40 kw kira2 type brapa yg bagus saya gunakan untuk merk ABB dengan harga terjangkau dan apa menggunakan system in line atau inside delta…mohon pencerahan nya

  28. It took a little time for me a long time to figure out everything you were
    talking about.

  29. ipenk berkata:

    gambar rangkaian pengendali ny inside delta diperjelas gan dng cara kerny sekalian

  30. Hendra berkata:

    Dear all visitor.

    Kami senang dapat berbagi mengenai pengoprasian dan trouble shooting, inverter dan soft starter,

  31. ilham berkata:

    salam kenal pak
    nama saya ilham, kebetulan tugas akhir saya tentang softstarter. ada yang saya mau tanyakan pak.jadi saya ingin memakai softstarter untuk motor 1 HP. yang saya temui softstarter nya itu Altistart ATS01N103FT keluaran schneider,yang saya mau tanya, apakah softstarter yang saya sebutkan tadi benar? lalu apa ada merk yang lain pak untuk hanya sekedar untuk pengujian? -terimakasih

  32. puji ardianza berkata:

    Pak saya ardi, softstater ATS 48c25q display 7segmennya tidak menyala pada Saat di operasikan sehingga motor tidak berputar, mohon bantuan nya, pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s