jump to navigation

Ekspedisi Jogja ‘08 (Day-2) Juli 12, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Liburan, My Family.
Tags: , , ,
trackback

Jam 7 pagi setelah breakfast langsung check out meluncur ke pantai paling terkenal di Jogja yaitu Parangtritis. Dengan berbekal informasi seadanya akhirnya ketemu juga. Berjarak sekitar 30 km dari Jogja dan masuk ke Kab. Bantul. Sebelum berangkat ada baiknya sarapan di kota dulu, karena jam jam segitu warung belum ada yang buka.

 

Sesampai di lokasi langsung aja menuju pantai nan luas. Nggak nyangka di pantai ketemu Vika temennya Puput kelas IC, jadi tambah seru main airnya. Ayah Vika rupanya pernah lama bertugas di Jogja, jadi sudah menjadi kebiasaan berlibur di Jogja.

 

Matahari perlahan mulai terik, dan air laut mulai pasang naik. Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Depok yang merupakan surga kuliner laut . Sepertinya tempat ini kurang begitu terekspose, jadi warga kota Jogja sendiri tidak banyak yang mengetahuinya juga. Lokasinya 3 km ke arah barat jika dari Parangtritis. Dengan mengikuti petunjuk yang ada sampailah di pantai Depok.

 

Setelah survey di pasar ikan akhirnya belanja 1 kilo cumi besar, 1 kilo kerang kulit dan 1 ekor kakap merah. Dimasak di warung mBak Ririn menjadi 5 jenis masakan. Dimakan dengan sambel kecap lalapan dan nasi putih bener bener mantab .!

 

Jam 1 siang meluncur kembali ke Jogja dan mencari penginapan di Jl. Prawirotaman. Di daerah ini sangat banyah hotel, guest house dll dan menjadi salah satu tujuan menginap para turis dari mancanegara.  Akhirnya pesen tempat di Hotel Sumaryo biaya Rp 175rb dengan 3 bed, AC, ada kolam renang tetapi non TV. Puas pausing renangnya dah.. Seperti punya sendiri.

 

Sore hari jalan ke butik batik yang kelas mid end, di Rumah Batik. Puas window shopping dilanjutkan kemarkas DAGADU sector barat. Dagadu telah menjadi salah satu ikon Jogja saat ini. Harga yang ditawarkan sepertinya terlalu mahal untuk T-Shirt dengan kwalitas bahan seperti itu. Tetapi sebenarnya yang mereka jual adalah image dan plesetan khas Dagadu tsb.

 

Suasana Alun Alun Kidul  di waktu malam sungguh sangat ramai. Disekeliling lapangan banyak penjual ronde, agak ketengah banyak penjual mainan dan persewaan becak mini, dan bagian tengah berjubel orang yang mencoba melewati Beringin Kembar dengan mata tertutup. Barang siapa yangbisa lewat di antara beringin itu dengan mata tertutup maka keinginannya akan terkabul, begitulah menurut orang orang sana. Percobaan pertama Didi tidak berhasil, jalan melenceng jauh keluar jalur.

 

“Seperti ada yang narik kakiku lho Bu..”, kata Didi.

Karena penasaran dicoba sekali lagi dan berhasil.

“Fortuner Diesel  !”, seru Didi setelah melewati beringin dan membuka penutup mata. Kami hanya tertawa saja. He .. he … ono ono bae….. Setelah menikmati ronde di pinggir jalan dan naik becak mini kami kembali ke hotel karena besok perjalanan masih panjang.

 

Additional Notes

Pemilik becak tersebut rumahnya di Bantul dan mangkalnya di Jl. Prawirotaman. Menurut ceritanya dia termasuk salah satu korban gempa Jogja beberapa waktu lalu. Rumahnya dan 3 rumah tetangganya hancur. Tetapi alhamdulillah seluruh keluarganya selamat. Dia mendapat santunan 15 juta rupiah dipotong 5 ratus ribu dari pemerintah.

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: