Ekspedisi Jogja ‘08 (Day-1)

Horaay liburan lagi ……..!

  

Liburan sekolah telah tiba, waktunya hanya 2 minggu. Diawali dengan pembagian raport di hari Minggu. Kompak, berdua turun ke peringkat 2 tapi dapat piala/ trophy dan piagam. Nilai rata rata turun juga tapi nggak banyak sigh..!

 

Kali ini kembali menyusuri kota Jogja dan sekitarnya seperti beberapa tahun silam sebelum gempa. Berangkat jam 5.30 jalan santai dan masuk Jogja jam 13 siang bolong. Wuih . .! Jalan di Jogja bener bener padhet menceb. Kendaraan langsung parkir di sekitar Malioboro, maksud hati nyari penginapan di Pasar Kembang atau Dagen. apadaya semua Full House, fully booked alias penuh. Mati Aku ! Nanti malem tidur di mana ? Beruntung ada bapak tukang becak yang menawarkan jasa mencarikan hotel sampe dapet, Rp 5.000,- saja (tp akhirnya keluar 10rb juga, kasian).

 

Setelah muter muter dari ujung Malioboro sampai ujung lagi nggak dapet akhirnya ada juga di pinggiran, Hotel Safira Rp 200rb double bed, AC, Hot water, TV dan Breakfast. Kemudian kembali ke Malioboro mengambil mobil di parkiran dianter becak. Legaaa…!

 

Dari hotel menuju Pasar Beringharjo, eh ternyata kalau sore pasarnya tutup. Akhinya tujuan dilaihkan ke grosir batik jl Kauman yang ternyata mahal, muter lagi mencoba melongok ke Benteng Vredeburg yang waktu itu ada festifal. Setelah berkeliling lanjut ke pasar sore dan mencoba bacem. Wah.! Jian Top Markotop, sambel manteb sebungkus 5rb ini di kaki lima.

 

Ke Jogja rasanya kurang manteb kalo tidak makan Gudeg, sentra gudeg berada di Wijilan (Timur Alun Alun Lor). Di jalan itu berjejer depot gudeg di sepanjang jalan. Ternyata rasanya tidak seperti yang dibayangkan, standar banget lebih baik di pinggir Malioboro saja. Tak seberapa jauh dari Wijilan tepat di pertigaan terdapat grosir batik (Batik Kresno), murah dan koleksinya banyak, sangat cocok untuk souvenir dari Jogja.

 

Additional Notes

“Terima kasih kepada bapak tukang becak, semoga istrinya selalu diberi kesehatan.”

Berkat bantuannya kami bisa mendapatkan hotel dan menunjukan beberapa tempat tang menarik. Bapak ini mangkalnya di jl. Pasar Kembang di ujung utara Jl. Malioboro. Rumahnya di Gunung Kidul, dan tiap tiga hari harus pulang ke istrinya yang menderita diabetes.

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, Liburan, My Family dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s