jump to navigation

Perjalanan Mudik Si Kucing Oktober 20, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Liburan, My Family.
Tags: , , ,
trackback

Perjalanan mudik lebaran dari Taman – Sidoarjo ke Jakarta lanjut Ke Tulang Bawang Lampung Utara sebagai acara mudik. Atur dengan mode touring jadi bagian belakang jok dilepas full barang dan suplemen.

*. Odometer menunjukkan 96.945 di SPBU Krian (full + MMO). Perjalanan dilakukan dengan mode hypermiles dan shifting. Perjalanan melalui Mojokerto, Jombang lewat tengah kota, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Ngawi, Mantingan dan Sragen. Jalanan relative lebih baik dari sebelumnya, tidak berlubang hanya bergelombang. Di beberapa bagian jalan sedikit diperlebar. Secara keseluruhan perjalanan pada bagian ini masih nyaman meskipun memakan waktu yang lama.

*. Odometer menunjukan 97.155 di SPBU Sragen ( 75rb full). Sembari mengisi BBM Tanya penjaga ,”Ma’af mBak, kalau saya mau ke Semarang lewat Gemolong beloknya dimana ?”. “Trafic Light ke tujuh belok kanan Pak, itu pas pertigaan kok”, jawab si mBaknya. Jalan sambil menghitung berapa Tl yang telah dilewati. Setelah TL ke enam hati hati.. Eh rupanya pas pertigaan itu langsung kanan aja ngikutin jalan. Jalan hanya dengam 2 jalur pas, ada beberapa petunjuk jalan. Ternyata jalur ini tidak semengerikan 5 tahun lalu pas melintas jalur ini pada pukul 1.00 dini hari [pengalaman buruk] …. Mungkin perjalanan sekitar 70 atau 80 km hingga sampai di Salatiga dekat terminal. Jalur Salatiga Ungaran relatif sempit dan traffic sangat padat. Mampir di kota Semarang dan akhirnya muter muter di Simpang Lima yang terkenal itu. Di Semarang sampai malam dan meneruskan perjalanan di kegelapan malam. Ke luar kota langsung di sambut kemacetan di akibatkan pohon tumbang setelah pertigaan jalur tol. Seterusnya jala lancar lancar saja, Klaten lewat memasuki Alas Roban salah jalur sehingga lewat jalur tengah. Kemudian Batang, dan akhirnya berhenti di Pekalongan.

*. Odometer 97.393 di SPBU kab Pekalongan (full 100 rb). Karena kondisi badan yang lunglai harus masuk pit dulu di Hotel Restauran Bata Merah. Menjelang siang melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih fresh ! Jalur Pekalongan, Tegal, Brebes sampai Cirebon relative lancar dengan jalan yang sudah lebar meskipun ada beberapa hambatan di pasar tumpah. Cirebon dilalui dengan tol langsung keluar di Palimanan di lanjutkan Indramayu via by pass juga. Menjelang waktu Ashar memasuki Cikampek, dan lanjut tol. Tujuan pertama adalah di Bintaro lewat tol JORR. Jadi setelah gate Bekasi Barat ambil jalur kiri masuk gate Cikunir selanjutnya menuju arah TMII/ Pd. Indah. Mengikuti petunjuk tol yang mengarahkan ke Pondok Indah atau BSD. Keluar tol di Bintaro, begitu keluar lurus saja sampai di bunderan. Ambil jalur kanan dan putar di bunderan yang mengarah di Bintaro Plaza. Tepat di TL perempatan sebelum Bintaro Plasa belok ke kiri dan ikutin jalur ini yang menuju Raya Ceger. Semalam beristirahat di pondok Safari Indah dan hari berikutnya meneruskan perjalanan keTangerang via BSD. Setelah melalui kepadatan di BSD sampai juga di Tangerang untuk beristirahat. Pagi hari berangkat lagi lewat gate Bitung, jalur ke Jakarta dan ke Merak jadi satu. Jarak dari Merak kira kira 70 kiloan, kondisi jalan tol cukup lengang. Begitu keluar gate Merak terlihat banyak sampah berserakan, biasanya menunjukkan bekas kemacetan.

*. Odometer 97.945 Merak di SPBU baru (202 rb full). Di pelabuhan Merak masih sepi tanpa antri langsung masuk kapal dengan karcis 202 rb ( padahal seharusnya Rp 201.500,-). Duhh ! Masuk kapal kecil..! Setelah mengarungi selat Sunda selama 3,5 Jam akhirnya turun dan keluar pelabuhan. Ke Menggala melalui jalan baru, jalan ini sangat dekat dari pelabuhan Bakaheuni. Begitu keluar area pelabuhan terdapat pertigaan yang besar, lurus adalah jalur lama lewat Kalianda, Bandar Lampung dst sedangkan belok kekiri jalur baru. Biasanya di jalur baru ini ada beberapa mobil yang menunggu sehingga tidak sendirian melintasi jalur ini. Memang jalur ini sangat rawan apalagi di malam hari. Jalan di Lintas Pantai Timur ini hanya 2 lajur, tetapi karena traffic yang sepi bisa ditempuh dengan kecepatan optimal. Kira kira 40 km pertama melewati daerah pantai dengan jalan berkelok dan di kiri kanan jalan sering kita jumpai bangunan menjulang yang di gunakan sebagai sarang burung walet. Kondisi jalan 95 % bagus hanya ada beberapa titik masih dalam overlay atau bergelombang. Petunjuk arah ( ke Palembang ) terkadang membingungkan atau malah tidak terlihat. Daerah yang di lewati antara lain Lb. Maringgai dan Sukadana. Jalur ini juga terhubung dengan jalur Lintas Timur. Ujung jalan lintas Pantai ini di Menggala yang sebelumnya kita melintasi area perkebunan nanas kemudian tebu. Panjang jalan dari Bakaheuni sampai Menggala terukur odometer adalah 224 km ( versi pemerintah 290 km) kira kira 3 jam. Akhirnya sampai juga. Hehh…!

*. Odometer pada 98.295 di Bandar Jaya (140rb full). Jalur di Bandar Jaya sampai Menggala terbilang mulus. Muter muter mengisi lebaran sampai di Seputih Raman, setelah itu berwisata di pantai Mutun – Teluk Betung – Tanjung Karang. Obyek wisata yang menarik sayang infrastruktur jalannya sangat tidak mendukung alias jelek! Tapi setelah itu menikmati salah satu icon di sini yaitu Bakso SONY. Balik ke Jawa melintasi jalur Lintas Timur, kondisi jalan bagus kecuali di beberapa tempat sedang dalam perbaikan, tetapi arus benar benar padat. Terasa lama sekali untuk mencapai Teluk Betung.

*. Odometer 98.770 di Teluk Betung (202 rb full). Melintasi Tanjung karang memang lebih enak lewat kota. Jalan lingkar yang dimaksudkan untuk mempersingkat seringkali terlalu padat oleh kendaraan besar. Jalur kota ini bertemu di Pelabuhan Panjang. Di daerah ini banyak sekali penjual oleh oleh khas seperti Kemplang, Lempok, Kripik dll. Kios kios terisi penuh jajanan dan banyak tukang parkir di sana. Harga relative lebih murah daripada di toko. Jalan antara Panjang sampai Bakaheuni melewati Kalianda sangat bagus dan lancar. Singkatnya waktu perjalanan ke pelabuhan ternyata terbuang percuma karena terlambat satu mobil dan harus masuk antrian di dermaga selanjutnya. Huh..! Di Kapal sangat lama (maklum kapal kecil lagi) dan begitu keluar langsung tancap ke Jakarta via tol. Sekali lagi, melakukan kesalahan di Tomang. Seharusnya masuk ke tol dalam kota arah Cawang , eh malah bablas…. Akhirnya bisa masuk lagi ke tol dalam kota dan lancar sampai di Bekasi Timur.

*. Odometer 99.010 di SPBU tol Bekasi Timur (99rb full). Setelah menginap semalam, pagi pagi buta melanjutkan perjalanan. Dari Bekasi sampai Cikampek luancar sekali, kemacetan terjadi di sebelah timur Gate Cibitung arah Jakarta kira kira ampir 2 kiloan karena kecelakaan. Begitu keluar tol Cikampek harus beriringan karena jalur sempit dan padat. Setelah melewati kepadatan di Cikampek jalanan lancar sampai di Cirebon. Dari Cirebon sampai melewati Pekalongan sering tersendat akibat aktivitas di jalanan warga, terutama di pasar. Begitu melewati Batang lancar sekali dan memasuki Alas Roban lewat jalur lama yang curam.

*. Odometer 99.425 di SPBU Plelen Batang sebelah timur RM. Nyoto Roso (163rb full). Setelah melewati Kendal masuk Semarang menuju Ungaran via tol. Di tol Semarang sempat merasakan hujan rintik tetapi hujan reda saat di luar tol. Jalur ke Salatiga sangat padat, apalagi banyaknya tanjakan yang membuat mobil mobil barang tidak bisa melaju dengan kencang. Setelah Ungaran dan masuk Salatiga menuju arah Boyolali lewat dalam kota yang ramai. Jam 4 an sudah mencapai pertigaan yang melewati Gemolong menuju Sragen. Sekitar setengah perjalanan ke Sragen terbilang lancar, tetapi separo berikutnya horror. Hujan turun dengan sangat lebat, angina bertiup kencang, jarak pandang hanya beberapa meter saja. Di jalanan yang sempit seperti ini, kondisi demikian sangat menegangkan. Berkendara dengan beriringan beberapa mobil akhirnya mendekati Sragen hujan sudah mulai reda hanya rintik saja. Setelah mengalami kebingungan beberapa saat bisa dipastikan kalau salah mengambil jalur. Ternyata melewati jalur yang diperuntukkan kendaraan barang di Sragen. Lepas dari Sragen benar benar lega, kondisi medan sudah di menegerti. Mantingan, Ngawi, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Krian dan akhirnya sampai juga di Taman Pondok Jati BC 14. Odometer menunjukkan 99.830 km.

Berakhir sudah perjalanan ke barat, jarah tempuh P-P adalah 2.885 km dengan tanpa sopir cadangan. But, It’s not over yet!

 

About these ads

Komentar»

1. nasimin - April 11, 2009

saya ada rencana ke Kota Lampung Tenggah kec. Seputih Surabaya. dulu sudah beberapa kali tetapi pakai BUS Umum, kali ini kepengen bawa mobil sendiri. Rute yg bagus lewat mana ya …?, tks nasimin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: