jump to navigation

Minyak Sayur Curah Oplosan November 24, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Sekitar Kita.
Tags: , , ,
trackback

Pagi tadi sembari sarapan dengan sisa lauk semalam cumi goreng item ditemani cabe seger, nongkrong di depan TV yang sedang stay tune di TV One. Nggak tau apa judul acaranya, mungkin Apa Kabar Indonesia Pagi. Sekilas sih nggak terlalu meratiin, ternyata masalah kecurangan berdagang. Topik kali ini adalah minyak goreng yang di oplos.

Pertama diceritakan seorang ibu muda dari Bandung sedang berkunjung ke rumah saudaranya di daerah Karawang Jawa Barat. Di Karawang dia sempet berbelanja kebutuhan dapur diantaranya minyak goreng. Setelah mengkonsumsi masakan ternyata lehernya terasa gatal dan disertai buang buang air. Ini terjadi di sebagian besar keluarganya yang ikut mengkonsumsi makanan. Dia curiga ada sesuatu yang nggak bener di minyak goreng, karena selain harganya murah warnanya juga tidak terlalu bening.  Untuk menindaklanjuti kejadian ini dia melaporkan ke pemerintah melalui dinas terkait.

Nah, dilatar belakangi cerita tersebut reporter TV One mencoba melacak kebenaran cerita itu di Karawang. Akhirnya ditemukan salah satu produser (yang memproduksi) minyak goreng oplos tersebut. Diperlihatkan saat dia berbelanja bahan bahan untuk minyak goreng tersebut. Bahannya sangat mudah didapat dan murah. Inilah bahan bahan utamanya :

  • Minyak Goreng Bekas, sangat mudah diperoleh di pabrik penggorengan tahu, tentunya sudah berwarna hitam, atau bahkan hitam sekali.
  • Oli Bekas, ya benar oli bekas yang didapatkan di bengkel bengkel pinggir jalan. Sepertinya dari bengkel sepeda motor.
  • Tawas, bahan kimia untuk mengendapkan.
  • Kapur Sirih.

Caranya cukup sederhana, pertama oli bekas di rebus sampai mendidih kemudian dimasukkan kapur sirih. Menyusul berikutnya adalah tawas. Jangan tanyakan takaran bahan bahan tersebut, semua tinggal masuk masuk saja dengan perkiraan. Setelah beberapa saat minyak goreng bekas dimasukkan. Kemudian campuran itu didinginkan dan diendapkan agar kotoran berada dibawah. Dengan menggunakan kain yang berlapis minyak tersebut setelah dingin di saring beberapa kali hingga mendapatkan hasil yang mendekati warna minyak curah.  selanjutnya di kemas dalam kantong plastik dan di edarkan di pasar pasar tradisional.

Sekilas memang mirip, tetapi katanya relatif lebih keruh. Ah, apa jadinya bila mengkonsumsinya. Menurut narasumber, minyak ini berpotensi menimbulkan kanker ! Selalu jawaban ini yang keluar dari pejabat yang berkompeten he…he…he… Mentang mentang penyebah kanker belum ditemukan secara pasti. Yang pasti ini akan menambah potensi menurunnya tingkat kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi. Semoga Pemda setempat segera bertindak sehingga kejadiannya tidak berlarut larut.

About these ads

Komentar»

1. senopatiarthur - November 26, 2008

Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
http://kuliner.infogue.com/waspada_minyak_sayur_curah_oplosan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: