jump to navigation

SPBU Tuntut Kompensasi Terkait Turunnya Harga BBM Desember 16, 2008

Posted by bayupancoro in bayu pancoro, Sekitar Kita.
Tags: , ,
trackback

Saya nggak tau, apakah pemerintah yang keterlaluan atau pengusahanya yang nggak tau diri.  Disaat BBM mau naik tentunya SPBU mendulang banyak untung, antrian panjang pasti terjadi di halaman SPBU. Omset jelas naik tajam, dan kalau sampai jam 00.00 stok masih ada, jelas keuntungan makin belipet. Beli harga lama dan jual harga baru. Saat kondisi demikian, kok diem diem aja, dan kita sebagai pengguna juga nggak minta kompensasi.

Kebalikannya saat ini saat BBM turun harga, yang terjadi adalah stok BBM banyak yang kosong di SPBU. Ini dikarenakan banyak dari mereka  yang membatasi stok saat menjelang kenaikan BBM, terjadilah kekosongan stok dimana mana. Selain itu ada beberapa trik penjual seperti dengan maintenance yang dilakukan pada saat itu atau tidak mengambil DO. Lha seperti ini kok malah minta kompensasi !!???? Kompensasi dari HONGKONG !? Tuh, beritanya di bawah. Jualan kadang rugi ya ga pa pa toh? Wong yang punya SPBU ga pernah antri minyak, antri beras, antri zakat, antri daging kurban, mereka adalah orang orang mampu! Huh..! Sungguh terlalu..!

Di petik dari Jawa Pos selasa 16 Desember 2008.

SURABAYA- Pengusaha minyak dan gas yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengeluhkan ketidakpastian kompensasi pemerintah. Ini terkait dengan penurunan harga premium dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 5 ribu sejak 15 Desember kemarin. Ketua Hiswana Migas Jatim Hari Kristanto mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan mengenai kompensasi penurunan harga terhadap pengusaha SPBU. “Kami berharap ada kompensasi yang jelas karena ini menyangkut kerugian yang kami alami,” ujarnya kemarin (15/12).

Dia mengatakan masing-masing pengusaha mengalami kerugian yang beragam. “Kalau stoknya banyak ya mereka rugi banyak,” ucapnya.

Hari juga mengeluhkan keterlambatan pengiriman delivery order (DO) BBM dari Pertamina dalam dua minggu terakhir. Semua itu karena ada pengurangan armada pengiriman yang membuat jadwal pengiriman tidak dapat diprediksi. “Sebelumnya, pengiriman dilakukan paling malam pada jam 9, sekarang ini tidak jelas waktunya. Bisa jam tiga pagi sementara SPBU sudah tutup,” katanya.

Menanggapi soal penurunan harga BBM yang terkesan mendadak, ini juga merugikan pengusaha SPBU. Sebab, mereka tak sempat melakukan pengosongan tangki SPBU. “Jadi tidak sampai terjadi tanki SPBU kosong,” timpalnya.

Terpisah, pejabat sementara asisten manager external relation Pemasaran dan Niaga Pertamina Region V Eviyanti Rofraidah mengatakan, beberapa jam sebelum penurunan harga, Pertamina sudah melakukan pengecekkan stok SPBU.

Bila ada kekosongan, pihaknya langsung melakukan pengiriman. Dia juga mengatakan untuk pengiriman saat harga turun, SPBU dihimbau buka 24 jam. Ini untuk mengantisipasi terbatasnya armada.

“Pemberitahuannya memang mendadak, namun tidak sampai terjadi rush,” ucapnya.

Dia menambahkan DO pada seminggu terakhir ini mengalami penurunan hingga 50 persen dan dua hari terakhir bahkan sampai 70 persen. “Kemungkinan stok di SPBU tidak besar,” katanya. (erm/bas)

About these ads

Komentar»

1. styo - Desember 23, 2008

waaahhh…. kalau untung diam saja, kalau rugi teriak-teriak minta kompensasi (ganti rugi). itu manusiawi, tapi kangan gitu dong…
nanti bidang usaha yang lain pasti iri…. minta kompensasi juga dong… agen pangkalan sampai pengecer bensin di pinggir jalan. tak adil itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: