Asrama Haji Sukolilo Surabaya

asramaPenyelenggaraan ibadah haji dinegara tercinta ini telah berlangsung selama bertahun tahun dan jumlah jama’ahnya selalu membludak. Namun dengan pengalaman bertahun tahun dan mengelola dana yang begitu besar (konon sekitar 12 T ..!), penyelenggaraan haji tidak pernah luput dari berbagai persoalan. Jika tahun lalu sempat terjadi kekacauan catering, kali ini yang santer terdengar adalah masalah lokasi pemondokan yang sangat jauh (pernah lihat iklannya di TV? Teganya teganya..!). Sedangkan masalah masalah minor, mungkin sangat banyak  dialami oleh para jama’ah.

Musim haji kali ini turut merasakan seujung kuku keruwetan dan masalah ketidak nyamanan penyelenggaraan ibadah ini. Ini terjadi saat turut serta dalam menjemput salah seorang jama’ah yang tak lain adalah tetangga. Menurut jadwal seharusnya pesawat harus landing di Juanda pukul 10 malam. Saat D day ternyata terjadi perubahan, pesawat mengalami keterlambatan sehingga akan tiba di Juanda jam 24.00. Tetapi rupanya ini bukan kabar final, sore hari datang kabar kalau pesawat akan mendarat pukul 2 dini hari, Tetapi ternyata pesawat baru landing jam 2.30 pagi, ya klasik sekali delay dan manajemen informasi yang nol.

Jam 3 pagi tiba di Asrama Haji Sukolilo, kondisi parkiran di jalan masuk telah penuh. Akhirnya parkir di ujung jalan yang menuju asrama kira kira 200 meter. Di depan gerbang berjubel sanak saudara, penjemput para jama’ah. Di sebelah kiri kanan jalan banyak bergerombol para penjemput dan beberapa penjual makanan kali lima. Suasananya seperti pasar, tidak terlihat keteraturan sama sekali. Sepertinya kondisi seperti ini sudah menjadi rutinitas disaat musim haji. Heran juga, apakah pengelola asrama haji tidak melihat keadaan ini ?? Tidak bisakah mereka menyiapkan tempat untuk menunggu dengan layak ??

Tak berapa lama berselang bus jama’ah datang dengan kawalan mobil polisi yang sirinenya meraung raung. Beberapa bus yang membawa para jama’ah memasuki gerbang asrama. Semakin banyak saja penjemput yang berkumpul di depan gerbang, padahal para jama’ah tidak bisa langsung keluar. Mereka harus melakukan beberapa hal diantaranya masalah barang bawaan. Menurut beberapa orang yang pernah menjemput, biasanya setelah bus masuk asrama sekitar 1,5 sampai 2 jam kemudian para jama’ah baru keluar.

Karena waktu subuh telah tiba, bergegas mencari tempat sholat. Sebenarnya dibagian depan asrama terdapat masjid yang besar, tetapi karena tidak semua orang bisa masuk arsama haji. Di depan gerbangpun terdapat pengumuman yang intinya ” ma’af, sementara masjid tidak bisa dimanfaatkan kecuali untuk para jama’ah haji”. Tempat sholat bagi para penjemput ada di samping dekat tempat parkir. Tidak terlihat seperti masjid, ukurannya hanya sekitar 7 X 8 meteran, tidak ada tangga dan sempit memang. Tidak ada dinding permanent hanya setengahnya saja. Alas kaki tampak berserakkan dimana mana dan terinjak injak orang yang lalu lalang. Untuk pancuran air wudhlu yang terdiri 2 buah kran air persis disamping tempat masuk yang tanpa pintu. Jika ada 10 orang yang mengantri, maka pintu masuk sudah tertutup antrian tersebut. Saat itu kondisi sangat penuh dan antrian wudhlu sangat tidak tertib, ada 2 1/5 lajur antrian karena yang setengah lajur adalah orang orang yang tidak mau antri (Huh, menyebalkan ..!). Setelah wudhu harus memotong antrian untuk memasuki mushola. Kondisi inilah yang meprihatinkan, tidak tahukah para pejabat asrama haji mengetahui hal ini? Sebuah asrama haji yang megah, untuk menyediakan tempat sholat yang layak saja tidak mampu ?? Mungkin biaya pembuatan gerbang asrama lebih tinggi dibandingkan untuk pembuatan mushola ini.

Setelah merasakan keruwetan di mushola, penjemput kembali ke gerbang depan asrama. Tak terasa fajar telah mulai menyingsing, saat itu sekitar jam 5.00 pagi dan yang ditunggu belum juga keluar. Setelah beberapa saat akhirnya yang ditunggu keluar juga, saat itu kira kira jam 5.30. Tak terasa sudah 2,5 jam menghabiskan waktu di sekitar asrama haji. Lega rasanya terbebas dari kebosanan menunggu di asrama haji Sukolilo. Lain kali kalau mau menjemput mending lebih santai sajah.!

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, Sekitar Kita dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya

  1. risvank berkata:

    Matur nuwun mas Bayu sampun mampir wonten blog kula…
    salam..

    risvank

  2. handoko berkata:

    he..he..he….
    Saya juga pernah ngalami hal yg sama Mas…
    Kalo para jamaah haji selalu diingatkan untuk terus Sabar, sabar dan sabar…. hal yg sama juga harus dimiliki para penjemput.

    Tapi memang kondisi mushola di Asrama itu sudah tidak layak lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s