Jembatan Suramadu

Akhirnya, jembatan yang dibangun di dua periode kepresidenan ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, Jembatan Suramadu. Tetapi saat ini jembatan terpanjang di republik ini penggunaanya telah disalahgunakan oleh masyarakat. Semula tujuan pembangunannya adalah sebagai sarana penghubung antara P. Madura dengan Surabaya, tetapi saat ini fungsinya telah disalahgunakan sebagai obyek wisata! Minggu minggu pertama pengoperasiannya, terjadi kemacetan di akses jalan menuju ke jembatan ini dan berbagai macam tingkah pengunjung terjadi disana. Pengunjungnya berasal dari pelbagai daerah pelosok Jawa dan sekitar, ini terlihat dari kode nomor kendaraannya mulai dari DK, P, N, AG, AE, D, F, AA, B, A, Z, AB, AE dll sering terlihat melintas disana.

Ada beberapa cara untuk menuju ke jembatan SURAMADU. Bagi yang tidak mengenal baik jalan jalan di Surabaya sebaiknya melewati jalur tol Tj. Perak. Jadi dari manapun arahnya Malang (Selatan), Mojokerto (Barat) atau Gresik (Utara) keluar saja di gate tol Tj. Perak dan ikuti jalur keluar kemudian akan sampai di Jl. Perak Barat putar balik lewat Jl. Perak Timur menuju arah Jembatan Merah. Dari sana terus saja lewat Jl. Kembang Jepun (China Town) terus kearah timur melewati Pasar Kapasan, makam Wr. Supratman dan Jl. Raya Kenjeran. Meelintasi jalan ini akan sampai ke perempatan kalau terus ke Pantai Ria Kenjeran dan belok kanan ke Jembatan Suramadu.

Akses jalan ke Suramadu sangat lebar, dua jalan besar yang diselingi sungai terlihat sangat lebar. Jika berkendara di jalan ini harus selalu waspada dengan kendaraan roda 2 atau becak yang tidak tertib di jalanan. Kadang mereka bisa ditemui berjalan menentang arus kendaran, sungguh sangat berbahaya. Diujung jembatan jalan terpecah menjadi dua yaitu untuk jalur roda dua dan roda empat dengan masing masing gate tol.

Dua tiang penyangga bentang tengah tampak menjulang ke angkasa, batang besi seperti lengan lengan yang kekar menahan beban bentang tengah terhubung dengan tiangnya. Jalan yang lurus panjang didepan, di kiri kanan terlihat lautan membentang. Jangan mengharapkan adanya perkotaan atau perkampungan di ujung jembatan ini. Yang ada hanyalah para penjaja kaki lima yang mengais rejeki. Mobil umum, pribadi dan bus sering terlihat parkir di sana. Rumah rumah pendudukpun sangat jarang terlihat.

Jalan akses Suramadu ini lumayan jauh dari jalan utama lama Bangkalan ke Sampang dan sangat minim petunjuk jalan. Jika saja PEMDA setempat lebih peka, mereka bisa mempromosikan potensi wisata yang ada di sekitar, tinggal pasang baliho besar yang berisi tujuan wisata. Kemudian, jalan lama diperlebar agar arus kendaraan bisa lebih lancar terutama di daerah pasar Tanah Merah, macet. Semoga kedepannya bisa jembatan ini bisa menjadikan P Madura lebih hidup.

PS : Dari Suramadu ke P Camplong masih jauh, tetapi bisa mampir di warung sebelum Tanah Merah arah ke Sampang. Murah dan AJIEB..!

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro, Liburan, My Family, Sekitar Kita dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jembatan Suramadu

  1. alfanadi berkata:

    tolong bila memungkinkan disertakan gambar petanya. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s