EKSPEDISI SUNGAI NIL (9)

by Agus Mustofa on Thursday, August 19, 2010 at 4:46pm

~ Mumi Tutankhamun Dibalut 120 Kg Emas ~

Berkeliling Lembah Raja bukan main panasnya. Apalagi dalam keadaan puasa, dan harus berjalan kaki menyusuri 62 kavling kuburan Fir’aun. Tetapi ada satu kavling yang sangat menarik, sehingga membuat saya lupa tentang panas yang menyiksa. Yaitu, makam Fir’aun Tutankhamun. Makam yang sangat terkenal itu berada di kavling KV-62. Angka 62 menunjukkan bahwa situs itu adalah penemuan paling baru dari 62 makam Fir’aun. Makam yang ditemukan oleh Howard Carter dari Inggris pada tahun 1922 itu menggemparkan dunia, karena mumi Tutankhamun berada dalam keadaan utuh, dan dibalut emas 120 kg!

Lokasinya berada di bukit yang tidak jauh dari tempat peristirahatan Lembah Raja. Memang, kawasan ini cukup luas, sehingga disana disediakan sejumlah tempat peristirahatan, dan ‘kereta ulang-alik’. Kereta itu disediakan untuk menuju ke kawasan makam sejak dari pintu lobi, dimana kita bisa membeli tiket dan menyaksikan sejumlah maket dan gambar profil Lembah Raja. Tetapi, kereta itu berhenti hanya sampai di mulut lembah saja. Selebihnya, mesti disusuri dengan berjalan kaki

KV-1 adalah kuburan Ramses VII yang sudah ditemukan sejak zaman Yunani-Romawi antara abad 3 sebelum Masehi sampai 4 setelah Masehi. Hal itu terlihat dari corat-coret atau grafiti yang ada di dinding-dindingnya. Cerita tentang KV-1 ini juga dimuat dalam Description de l’egypte pada masa Napoleon. Sedangkan beberapa kavling lainnya ditemukan pada tahun-tahun berikutnya. Sejumlah makam tercatat pernah dipakai sebagai tempat tinggal para pendeta dan biarawan, sehingga disana terdapat gambar-gambar ikon kristen.

Yang paling mengesankan, tentu saja, adalah makam Tutankhamun. Jika masuk ke kavling-kavling lain hanya dikenakan satu tiket di pintu gerbang utama, maka memasuki makam Tutankhamun pengunjung ditarik tiket lagi sebesar 100 LE. Tidak masalah bagi pengunjung, karena kisah yang ada di dalamnya memang sangat eksotik.

Sejak dari pintu masuknya, posisi lubang gua makam itu memang sudah menarik. Yakni berada di samping bawah lubang makam Ramses VI. Itulah sebabnya, kenapa makam Fir’aun yang mati dalam usia 18 tahun ini diketemukan paling akhir. Banyak pemburu harta Fir’aun yang tidak menyangka, bahwa di bagian bawah kuburan Ramses VI itu ada kuburan lain. Makam Tutankhamun dibangun 200 tahun lebih awal dibandingkan kuburan Ramses VI yang menumpukinya.

Kisah ditemukannya makam ini pun terjadi secara kebetulan. Yaitu, ketika Howard Carter, arkeolog Inggris yang dibiayai oleh Lord Carnarvon, seorang banker, sudah bertahun-tahun mencari makam tersebut. Dia percaya bahwa makam Tutankhamun memang ada dan berisi harta benda yang banyak. Sampai suatu ketika ia sudah kehabisan bekal, Carter secara kebetulan menemukan situs tersebut karena kaki kudanya terperosok di dekat makam Ramses VI. Dan setelah digali, benarlah itu adalah makam Tutankhamun yang sedang dicarinya.

Pintu gua itu, lantas berlanjut melewati lorong yang menurun ke bawah sejauh empat puluhan langkah. Di dinding sepanjang lorong itu terdapat ornamen-ornamen Kitab Kematian sebagaimana makam Fir’aun yang lain. Tetapi, di sebagian besar dinding, gambar-gambar itu tidak ditemukan. Tidak sebagaimana makam-makam yang lain, yang penuh dengan ornamen. Ini ada kaitannya dengan usia kematian sang Fir’aun yang masih muda. Ia hanya berkuasa selama 9 tahun, sejak usia anak-anak sampai menginjak pemuda 18 tahun. Kematiannya yang mendadak menjadikan makam yang disiapkan tidak selesai sempurna. Hal itu, juga terlihat dari kualitas muminya yang tidak seberapa bagus, karena dibuat dengan tergesa-gesa. Ukuran makamnya pun lebih kecil dibandingkan dengan makam-makam yang lain.

Di ujung tangga yang menurun, kami menemukan ruangan yang lebih luas. Disanalah sejumlah perabotan rumah tangga Tutankhamun ditempatkan. Termasuk di dalam 2 ruangan yang lebih kecil di kanan kirinya. Di ruang utamanya ditempatkan kereta kuda, tempat makanan dan minuman, bejana tempat parfum, pakaian, dan lain sebagainya yang berjumlah sekitar 5000 jenis barang. Sayangnya, yang bisa dipajang di Museum Kairo hanya 1700 buah. Sebagiannya lagi ada di British Museum, London, dan Luxor Museum.

Setelah melewati ruangan itu, kita sampai di ruang yang paling ujung, yakni ruang mumi Tutankhamun disemayamkan. Ukuran ruangnya sekitar 4×6 meter. Disitu dipajang kotak batu granit yang berfungsi sebagai peti mati sang Fir’aun. Ukurannya kurang lebih 2×3 meter. Di dalamnya tidak terlihat muminya, karena sang mumi ditempatkan di ruangan lain dekat tangga masuk, dalam sebuah kotak kaca yang dikontrol suhu dan kelembabannya, agar tetap awet.

Peti mati yang terbuat dari batu granit itu dinamakan Sarchofagus. Sebetulnya, batu granit itu tadinya terbungkus oleh peti yang terbuat dari kayu berlapis emas, dengan ukuran yang lebih besar, sebanyak empat lapis, sehingga peti kayu itu memenuhi ruangan jenazah yang berukuran 4×6 meter itu. Jadi, ada peti di dalam peti, didalam peti lagi, sampai empat lapisan. Dan di peti yang keempat, barulah terdapat Sarchofagus.

Yang menarik, di dalam sarchofagus tidak langsung terdapat mumi, melainkan ada peti mayat lagi yang disebut Coffin. Inilah peti yang tidak berbentuk kotak seperti Sarchofagus, melainkanpeti berbentuk manusia. Ada bentuk kepala, badan, sampai kaki. Di dalam Coffin itu ada Coffin lagi, dan ada Coffin lagi sampai berlapis tiga.

Coffin yang pertama terbuat dari kayu berlapis emas dengan untaian batu-batu mulia. Coffin yang kedua juga terbuat dari kayu berlapis emas dan batu-batu mulia. Dan, coffin yang ketiga inilah yang membuat Howard Carter menarik nafas panjang sambil ‘melotot’, karena peti berbentuk manusia itu terbuat dari emas murni seberat 120 kg! Dan, berhiaskan untaian batu-batu mulia.

Di dalam coffin ketiga itu pula jenazah Tutankhamun ditemukan dalam bentuk mumi yang berbalut kain kafan. Tetapi, lebih menakjubkan, karena sekujur tubuh mumi itu bertaburan perhiasan emas. Sang mumi mengenakan topeng emas seberat 12kg, sambil mengenakan kalung, cincin, gelang, dan sandal emas. Bahkan, bajunya adalah rompi yang terbuat dari lantakan emas murni…!

* * *

Entah apa yang ada di benak Tutankhamun sebelum meninggal, sehingga ketika mati ia berpakaian emas di sekujur tubuhnya. Mungkin ia mengira Tuhan akan menilainya sebagai ‘orangbaik’, karena menggunakan pakaian emas ketika menghadap kepada-Nya. Atau, emas itu akan menjadi tiket baginya untuk masuk surga di alam keabadian sana. Ia lupa, atau mungkin tidak tahu, bahwa kualitas seorang manusia bukan terletak pada kekayaannya, melainkan pada kualitas kepribadiannya, dan kemanfaatan untuk kemaslahatan umat manusia.

”Sungguh, orang-orang yang ingkar dan mati dalam keingkarannya, tidak akan diterima darinya emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus dirinya dengan itu. Bagi mereka azab yang pedih, dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. [QS. 3: 91]

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s