EKSPEDISI SUNGAI NIL (10)

by Agus Mustofa on Friday, August 20, 2010 at 12:14pm

~ Ramses II, Beristri Puluhan Beranak Ratusan ~

Masih berada di Valley of The King, kami tertarik dengan makam terbesar yang ada di Lembah Raja. Makam itu berada di kavling KV-5. Di dalamnya ada 121 ruang jenazah, dan puluhan lorong-lorong panjang. Makam yang ditemukan oleh pakar Mesir Kuno Amerika Serikat, Kent Weeks, itu digali kembali dan direkontruksi selama enam tahun. Dan sampai sekarang masih belum bisa dikunjungi oleh para peziarah. Diyakininya itu adalah makam anak-anak Firaun Ramses II.

Dalam sejarah diketahui bahwa Ramses II memang memiliki istri berjumlah puluhan orang. Yang paling disayang adalah Nefertari, yang menjadi cinta pertamanya ketika ia berusia lima belas tahun. Untuk Nefertari ini Ramses II membuat sejumlah patung bersama dirinya di beberapa lokasi. Diantaranya ada di Abu Simbel yang telah saya kunjungi di awal perjalanan ini. Disana, Ramses membuat kuil besar berisi patung diri dan istrinya, dikawal Hathor sang Dewi Cinta.

Sekian tahun beristrikan Nefetari, Ramses punya beberapa anak. Sayangnya, anak laki-laki dari Nefertari meninggal dunia ketika usianya masih belasan tahun. Namanya Amunherkhepseshef, yang digadang-gadang akan menggantikan kekuasaannya. Setelah itu, Ramses mengawini banyak wanita sebagai selir. Tapi, lagi-lagi kedua belas anak lelaki dari para selir itu meninggal dunia. Ia pun mengambil selir lagi sampai berjumlah puluhan orang. Sehingga memiliki anak berjumlah ratusan, 96 orang diantaranya laki-laki. Dan sisanya, 60 orang perempuan.

Anak laki-laki yang kemudian diangkatnya sebagai pewaris adalah Merneptah, buah perkawinannya dengan Nerferati, salah seorang selirnya. Merneptah inilah yang kemudian digembleng secara militer oleh Ramses II, dan kelak menjadi panglima perang di akhir-akhir kekuasaan ayahnya. Setelah tiga puluh tahun berkuasa, Ramses II pun mengangkat dirinya sebagai Tuhan bagi masyarakat Mesir. Ia menahbiskan dirinya sebagai Tuhan pada upacara yang dikenal sebagai Sed Festival. Penuhanan Ramses II ini kelak memberikan jalan yang mulus bagi Merneptah untuk mewarisi kekuasaannya.

Ramses II adalah Fir’aun terbesar sepanjang sejarah Mesir Kuno. Raja ketiga dalam Dinasti ke-19 itu digelari para ahli sejarah sebagai Fir’aun The Great. Dia adalah penerus Fir’aun Seti I yang mendidiknya sejak masih kecil untuk menggantikan posisinya. Dan cucu dari Ramses I yang menjadi pendiri Dinasti ke 19, kerajaan Mesir kuno. Ramses II menaiki tahta kerajaannya pada saat berusia 24 tahun, setelah meninggalnya Seti I.

Ketika naik tahta, ia mengangkat ibunya – Tuya – sebagai Ibu Suri kerajaan sekaligus penasehatnya dalam mengelola pemerintahan. Di tangannyalah kerajaan Mesir sangat disegani oleh negara-negara sekitar. Kekuasaannya sangat luas terbentang dari Abu Simbel hingga Alexandria di laut Mediterania. Pasukannya berjumlah sekitar 100 ribu orang. Jumlah pasukan yang sangat besar di kala itu, sehingga siapa saja ciut nyali menghadapinya.

Beberapa negara tetangga pernah diserbu oleh pasukan Ramses II, diantaranya adalah Syria, dengan mengerahkan pasukan sebanyak 20 ribu tentara. Perang terbesar yang dinamakan perang Kadesh itu diabadikan Fir’aun dalam kuil yang dibangunnya di sejumlah tempat diantaranya di Kuil Abu Simbel, Karnak, Luxor, dan Ramaseum. Perseteruannya dengan kerajaan Syria itu berakhir dengan perkawinan politik antara Ramses dengan anak Raja Syria, dari bangsa Hittites.

Selain itu, Ramses juga melakukan perang dengan para bajak laut di kawasan Laut Tengah, dan suku Nubia, yang mengancam kekuasaannya. Meskipun, kelak suku Nubia berhasil merebut kekuasaan Fir’aun dan menjadi dinasti ke 25 dalam kerajaan Mesir kuno. Namun masa pemerintahan Ramses II sangatlah panjang, yaitu 67 tahun, antara tahun 1279 – 1213 SM. Para penggantinya, tidak memiliki kehebatan seperti Ramses II, sehingga dinasti ke 19 ini runtuh dalam waktu 20 tahun sesudah berakhir kekuasaannya. Meskipun, ada 8 Fir’aun sesudahnya, termasuk Merneptah yang menggantikannya.

Ramses II, meninggal pada umur 97 tahun, dalam keadaan sakit-sakitan. Menurut analisa terhadap muminya, di masa tua ia terkena penyakit yang berkaitan dan pembuluh darah dan persendian akut, sehingga jalannya bongkok. Selain itu, dari data muminya pula, diketahui rahangnya bengkak karena mengalami infeksi akut pada gigi-giginya. Fir’aun The Great yang meninggalkan karya paling banyak di seluruh penjuru Mesir itu, akhirnya kalah oleh usia..!

* * *

Ramses II adalah profil seorang manusia yang ambisius. Sejak kecil ia dididik oleh ayahnya, Firaun Seti I untuk menjadi orang besar. Dan benar, di usia 24 tahun ia menjadi penguasa kerajaan Mesir kuno yang paling mengesankan sepanjang sejarah. Hanya dalam waktu 20 tahun ia bisa mengendalikan kerajaan besar itu sepenuhnya, tanpa ada yang bisa menandinginya.

Tidak puas sekadar menjadi raja, sang Firaun menahbiskan dirinya menjadi Tuhan di usia 54 tahun, yakni ketika dia sudah menggenggam kekuasaan selama 30 tahun. Rupanya, berkuasa terlalu lama memang membawa dampak psikologis yang tidak baik buat seseorang. Ia menjadi Tuhan bagi masyarakat Mesir kuno selama sisa kekuasaannya, 37 tahun kemudian.

Ia merasa bisa memperoleh segala-galanyadengan kekuasaannya. Kekayaannya berlimpah ruah. Pasukan militernya ratusan ribu orang, dan sangat ditakuti di zamannya. Apalagi yang memimpin pasukan perangnya adalah Merneptah yang juga anak yang digadang-gadang untuk menggantikannya kelak.

Karya-karyanya sangat banyak, dan menjadi peninggalan sejarah yang dominan di zaman Mesir modern, tersebar mulai hulu sungai Nil di Abu Simbel sampai ke muara di Laut Mediterania. Ia membangun kota, membangun tempat-tempat peribadatan yang banyak dan besar-besar, serta membangun makam paling luas di Valley of The King.

Sehingga di dalam al Qur’an digambarkan menjadi orang yang sangat sombong. Dan mengatakan kepada rakyatnya, bahwa kerajaan Mesir dengan segala kekayaannya adalah miliknya. Bahkan dialah yang menguasai hidup dan mati mereka. Sehingga pantas kalau ia menjadi Tuhan yang harus disembah.

Tetapi, al Qur’an mengingatkan kepada kita semua tentang Sebuah Kekuatan yang benar-benar Berkuasa. Dialah yang sesungguhnya mengendalikan alam semesta dan drama kehidupan yang ada di dalamnya. Sehingga sang Fir’aun pun dibuat semakin tak berdaya dimakan oleh usia. Ramses II meninggal dalam usia sangat renta, dengan berbagai macam penyakit yang menggerogotinya, sambil berjalan tertatih-tatih dengan tubuhnya yang bongkok, seperti terlihat pada muminya…!

”Allah-lah yang menciptakanmu, kemudian mematikanmu; dan di antaramu ada yang dikembalikan ke kondisi yang palingl emah, sehingga dia menjadi (pikun) tidak mengetahui lagi apa-apa yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Berkuasa.” [QS.16:70]

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s