EKSPEDISI SUNGAI NIL (18)

by Agus Mustofa on Saturday, August 28, 2010 at 3:10pm

~ Dua Setengah Juta Batu untuk Piramida Giza ~

Tidak lengkap berbicara piramida tanpa membahas Giza. Inilah kompleks  terhebat yang ada di kawasan Necropolis – Kota Pekuburan –  Memphis. Piramidanya dimasukkan dalam ‘ 8 Delapan Keajaiban Dunia’ yang menakjubkan dari sisi desain, serta bertahan lebih dari 5000 tahun.

Kompleks yang dibangun raja Khufu dari dinasti ke 4 ini memiliki luas sekitar 13 hektare. Di dalamnya ada 3 piramida utama, yang dibangun oleh anak cucu raja Snefru, yang membangun piramida bengkok di Dahshur. Yang tertinggi adalah yang dibangun oleh Khufu alias Cheops (2589 – 2566 SM). Tingginya saat dibangun adalah 146 meter. Tetapi kemudian runtuh di bagian ujungnya, sehingga tinggal 136 meter. Di bagian ujung itu, kini dipasangi kerangka besi berbentuk ujung piramida yang hilang, untuk menunjukkan ketinggian sesungguhnya.

Piramida kedua dibangun oleh Chefren (2558 – 2532 SM), anak Khufu. Tingginya 136 meter. Lebih rendah 10 meter dari punya ayahnya. Tetapi, karena piramida ini dibangun di atas dataran yang lebih tinggi, maka secara awam terlihat lebih tinggi dari pendahulunya. Rupanya, si Firaun Chefren bimbang antara ingin lebih tinggi tetapi segan kepada ayahnya. Maka, jalan tengahnya adalah piramidanya lebih rendah, dengan fondasi lebih tinggi. Sehingga, hasilnya tetap saja kelihatan lebih tinggi.

Sedangkan piramida ketiga adalah piramida yang dibangun oleh Menkhaure (2532 – 2503 SM) anak Chefren alias cucu Khufu. Tinggi aslinya 66,5 meter. Tetapi kini tinggal 62 meter, karena runtuh bagian atasnya. Di kompleks piramida Giza ada 6 piramida berukuran lebih kecil, sebagai makam istri-istri raja dan ibunya. Tiga buah ada di sebelah piramida Menkhaure, dan yang tiga lagi di sebelah piramida Khufu. Yang di dekat Khufu, salah satunya adalah makam ibunya, ratu Hethepheres, yakni istri Firaun Snefru. Piramida ini dibangun karena piramida Dahshur yang disediakan untuk makam sang ibu mengalami masalah desain. Dan, memang terbukti hancur lebih dulu.

Tentang proses pembangunan piramida ini masih kontroversial, sekaligus menakjubkan banyak pihak. Terutama piramida Khufu, yang paling tinggi, dengan ruang raja alias King’s Chamber yang dibuat dari batu granit utuh seberat puluhan ton. Dalam wacana umum di kalangan arkeolog dipercayai bahwa piramida Khufu dibangun selama lebih dari 20 tahun, hampir sepanjang masa kekuasaannya. Ia mengerahkan tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang yang bekerja secara bergantian, dibantu tak kurang dari 20 ribu binatang ternak. Binatang-binatang ini digunakan untuk menarik batu-batu besar penyusun piramida yang beratnya antara 2,5 ton sampai 15 ton, yang tidak mungkin tenaga manusia bisa mengangkatnya.

Maka, proses pembangunan sebuah piramida benar-benar pekerjaan raksasa yang luar biasa menakjubkan. Baik dari segi jumlah pekerja yang terlibat, maupun jumlah batu penyusunnya. Diperkirakan, batu penyusunnya berjumlah 2,3 – 2,5 juta, bergantung pada ukurannya. Sebab, ukuran batu di bagian bawah adalah lebih besar dibandingkan yang berada di bagian atas.

Yang di bawah, berfungsi menjadi fondasi, sehingga harus berukuran lebih besar dan lebih kuat. Setiap blok batu berukuran lebar 1 meter, panjang 2,5 meter, dan tinggi 1,5 meter. Bobot setiap batu mencapai 6,5 – 10 ton. Sedangkan di lapisan yang lebih tinggi bobotnya lebih rendah, yaitu sekitar 1,3 ton, dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 meter. Biasanya, para ahli Mesir Kuno menyebut bobot rata-rata batu sebesar 2,5 ton. Jadi kalau dikalikan dengan jumlah batu piramida sebanyak 2,5 juta, maka bobot Piramida Khufu itu kira-kira sebesar 6,25 juta ton.

Tentu ini membawa konsekuensi desain yang luar biasa, mulai dari kekuatan tanah pendukungnya, pondasinya, jenis batu yang dipakai, ukuran dan kepadatannya, sampai kepada bentuknya agar tidak runtuh sebelum waktunya. Juga, tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Ternyata semua itu bisa diatasi dengan baik oleh arsitek Piramida Giza: Hemiunu, yang masih cucu Raja Snefru, dari pangeran Nefermaat. Tidak sia-sia Snefru bereksperimen dengan Piramida Bengkoknya di Dahshur.

Karena itu, untuk membangun Piramida Giza ini, kawasan yang dipilih adalah gunung batu kapur Giza. Ada empat alasan yang melandasinya. Yang pertama, berhitung pada kemampuan atau daya dukung lahan terhadap beban piramida yang demikian berat. Yang kedua, sekaligus sebagai tambang bahan baku untuk piramida, dengan cara memotong-motong bukit kapur itu dalam bentuk blok batu berukuran tertentu. Kesamaan jenis batu dengan lahan tempat piramida itu menjadikan hitungan konstruksinya menjadi lebih sederhana dan terjamin.

Yang ketiga, pemilihan dataran tinggi ini menyebabkan piramida terbebas dari banjir tahunan Sungai Nil yang selalu meluap menggenangi daerah yang luas. Terutama sebelum dibuat bendungan Aswan. Dan yang keempat, ini adalah kawasan Barat sungai Nil, yang memang dipersyaratkan bagi kawasan pemakaman para penyembah dewa matahari.

Tentang proses pembangunan ini, seorang ilmuwan Jerman, Franz Lohner punya pendapat lain. Menurutnya, dengan menggunakan teknik katrol, pembangunan Piramida khufu itu sebenarnya tidak usah mempekerjakan 100 ribu tenaga kerja ditambah 20 ribu binatang ternak. Melainkan cukup dengan 6.700 tenaga terampil, untuk masa pengerjaan yang sama, 20 tahun. Dan jika jumlah pekerja ditambah menjadi 2 kali lipat, maka piramida itu pun akan selesai dalam waktu 10 tahun. Semua itu, sangat mungkin dilakukan di zaman itu, karena tidak menggunakan peralatan berat dan teknologi tinggi, melainkan sekedar dengan kecerdikan memanfaatkan bobot tenaga pekerja sendiri.

Mereka cukup membangun katrol di bagian atas piramida yang sedang dibangun. Lantas, ’menimba’ batu dari bagian bawah piramida melewati kemiringannya yang bersudut 52 derajat itu. Mirip dengan orang menimba air sumur. Tetapi, di piramida ini pekerjanya menarik batu seberat 2,5 ton dengan bobot mereka yang bergerak turun di bidang miring piramida. Jadi, setiap batu yang berbobot 2,5 ton cukup ditarik oleh sekitar 40 orang yang berjalan menuruni lereng piramida, maka batu 2,5 ton itu pun bergerak ke bagian atas piramida dengan mudahnya..!

* * *

Kecerdikan manusia bisa mengatasi segala masalah yang ada di sekitarnya. Allah sudah menyiapkan segala sesuatunya di alam yang diciptakan-Nya. Dan pada diri manusia sendiri sebagai potensi. Serta memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia untuk membangun peradabannya.

’’Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi ini untuk kamu semuanya…’’ [QS. 2: 29]. Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab. Sesungguhnya semua itu amat mudah bagi Allah. [QS. 22: 70].

Pos ini dipublikasikan di bayu pancoro. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s